Insiden kanker laring cenderung meningkat selama 40 tahun terakhir. Peningkatan insiden kanker laring terkait dengan faktor-faktor seperti teknik diagnostik yang lebih baik dan peningkatan harapan hidup rata-rata orang, tetapi juga polusi udara dan peningkatan merokok. Jumlah orang yang menjalani laringektomi di Tiongkok saat ini adalah yang tertinggi di dunia, dengan jumlah sekitar 100.000 orang. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun pasien laringektomi dengan kanker laring telah mencapai lebih dari 80%. Kunci prognosis kanker laring terletak pada diagnosis dan pengobatan dini. I. Diagnosis dini: (1) Orang yang berusia di atas 40 tahun yang kecanduan alkohol dan tembakau harus waspada dan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dini jika mereka memiliki suara serak yang terus-menerus, kesulitan menelan dan bernapas. Di THT, dokter dapat memastikan diagnosis dengan memeriksa laring dengan laringoskop khusus, stroboskop, dan juga dengan mengeluarkan biopsi kecil dari lesi laring untuk pemeriksaan. (2) Lesi pra-kanker harus ditindaklanjuti secara teratur. Lesi prakanker laring yang umum termasuk keratosis laring dan papiloma laring yang dapat menjadi kanker. Perkembangan epitel mukosa laring normal dari proliferasi menjadi kanker melalui proses dari perubahan kuantitatif ke kualitatif, dari epitel normal menjadi hiperplasia atipikal, dan sampai batas tertentu menjadi karsinoma in situ (tahap ini mungkin sangat singkat), dan kemudian menjadi karsinoma invasif. 2. Pengobatan: II. Pengobatan Pengobatan kanker laring umumnya menggunakan reseksi bedah, radioterapi dan kemoterapi. Untuk pengobatan tumor ganas awal laring, dengan pengembangan bedah mikro laring dan CO2
pengembangan laser, pelestarian fungsi laring dan prognosis pasien setelah pembedahan telah meningkat secara signifikan. Tumor laring dapat dihilangkan dengan laser CO2 di bawah dukungan laringoskopi mikroskopis, tanpa trakeotomi, sehingga menghilangkan ketidaknyamanan membawa tabung trakea. Efek terapeutiknya mirip dengan reseksi bedah konvensional di masa lalu, dan pada beberapa lesi bahkan lebih baik daripada bedah konvensional. Hal ini memungkinkan pasien didiagnosis dan diobati lebih awal. Hal ini memungkinkan pasien untuk menerima pengobatan dini dan efektif, sekaligus mengurangi rasa sakit pasien dan juga meringankan beban keuangan pasien. Kanker laring unilateral dapat diobati dengan hemilaringektomi vertikal. Jika pita suara tetap dan lesinya luas, laringektomi total harus dilakukan, bersamaan dengan pengangkatan kelenjar getah bening di leher. Pada kanker laring stadium lanjut, diperlukan pengobatan yang komprehensif, dan radioterapi juga merupakan metode pengobatan yang sangat efektif.