Gejala nodul tiroid

  Nodul tiroid dapat terjadi dalam berbagai kondisi, seperti gondok nodular, gondok toksik nodular, dan nodul inflamasi, dan gejalanya dapat bervariasi dari satu kasus ke kasus lainnya.  Gondok nodular biasanya disebabkan oleh kurangnya sekresi hormon tiroid dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan sekresi TSH dari kelenjar hipofisis, yang merangsang kelenjar tiroid untuk membesar secara berulang-ulang dan terus menerus, terutama karena pembesaran kelenjar tiroid yang tidak merata.  Gondok toksik nodular biasanya terlihat pada gondok nodular kronis. Selain nodul, ada juga hipertiroidisme ringan, tetapi jarang terjadi proptosis. Nodulnya keras dan biasanya bergerak ke atas dan ke bawah saat menelan, tetapi tidak ada murmur pembuluh darah pada USG.  Nodul infeksi biasanya disebabkan oleh infeksi virus, seperti tiroiditis subakut, dan juga dapat muncul sebagai nodul di kelenjar tiroid, dengan gejala demam dan nyeri tiroid lokal. Nodul inflamasi non-infeksius, biasanya disebabkan oleh tiroiditis autoimun, dapat muncul sebagai nodul multipel atau tunggal pada kelenjar tiroid, yang keras dan keras.  Gejala klinis nodul tiroid bervariasi dan diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil tes yang sesuai.