Halusinasi bisa terjadi dalam dua cara: pertama, gangguan mental fungsional; kedua, gangguan mental organik. Gangguan mental fungsional dapat terjadi ketika pasien berada di bawah rangsangan yang kuat, seperti rasa takut atau kegembiraan, atau memiliki penyakit mental genetik, seperti skizofrenia, dan akan rentan terhadap halusinasi dan delusi, dan akan memiliki halusinasi visual dan halusinasi pendengaran. Dalam kasus gangguan kejiwaan organik, akibat penyakit organik otak, seperti ensefalitis virus, cedera otak traumatis pada lobus frontal dan temporal atau penyakit Alzheimer atau Parkinson stadium lanjut, yang dapat menyebabkan kelainan pada pusat-pusat yang lebih tinggi yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif dan emosi, dan halusinasi dan delusi akan terjadi, biasanya halusinasi visual lebih sering terjadi. MRI kranial lengkap dan EEG dapat membantu membedakan antara gangguan psikiatri fungsional dan organik.