Nanah dari hernia umbilikalis biasanya disebabkan oleh infeksi umbilikalis sekunder dan perlu ditangani secara agresif. Hernia umbilikalis adalah kelainan pusar yang umum terjadi akibat kantung hernia yang menonjol keluar melalui cincin pusar. Insidennya lebih tinggi pada bayi dan dapat menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia. Hernia umbilikalis umumnya menunjukkan tonjolan atau penonjolan umbilikus yang lembut, dan juga dapat dikaitkan dengan nyeri hebat, yang membutuhkan perhatian medis segera. Pada kasus hernia umbilikalis yang disebabkan oleh infeksi pusar, nanah juga dapat muncul. Oleh karena itu, setelah diagnosis hernia umbilikalis, jika tidak ada kontraindikasi, harus dilakukan secara aktif di bawah bimbingan dokter untuk perawatan bedah, seperti perbaikan jahitan sederhana, perbaikan tambalan, dll. Setelah operasi, perlu mengganti obat secara teratur, dan penerapan natrium ceftriaxone, sefuroksim, dan pengobatan antibiotik lainnya. Kehidupan sehari-hari perlu memperhatikan untuk menghindari peningkatan tekanan perut, tetapi juga memperhatikan kebersihan dan kebersihan pusar.