Tumor ovarium pada wanita remaja harus dioperasi sedini mungkin

  Ovarium harus melalui dua transisi dalam kehidupan seorang wanita: pubertas dan menopause. Masa remaja adalah waktu ketika struktur ovarium menjadi matang dan menopause adalah ketika ovarium mengalami penurunan. Selama dua periode ini, ovarium rentan terhadap tumor ovarium karena berbagai faktor di dalam dan di luar tubuh, terutama selama masa pubertas, ketika sel-sel berkembang biak dengan cepat dan mudah dirangsang untuk mengembangkan tumor. Ovarium bukan hanya organ yang disukai untuk tumor, tetapi juga terdapat banyak jenis tumor yang berbeda yang dapat terjadi.  Secara umum, tumor ovarium pada wanita remaja memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Tumor ovarium jinak merupakan sebagian besar kasus, tetapi proporsi tumor ganas juga lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya, dan sebagian besar tumor berukuran besar dan tumbuh dengan cepat. 2. Tumor ovarium jinak merupakan tumor yang paling banyak ditemukan pada wanita remaja.  2. Tumor mudah dideteksi, karena gadis-gadis muda langsing dan memiliki rongga perut yang kecil, sehingga ketika tumor ovarium tumbuh, tumor tersebut dapat dengan mudah menekan organ lain dan menyebabkan gejala. Contohnya, tekanan pada rektum akan menyebabkan konstipasi, dan tekanan pada kandung kemih akan menyebabkan buang air kecil yang buruk. Oleh karena itu, para ibu harus memperhatikan lingkar pinggang dan lingkar perut anak perempuan mereka dan segera mencari pertolongan medis bila terdeteksi adanya kelainan.  3. Gejala-gejala abnormal seperti pendarahan rahim dan menstruasi yang tidak teratur dapat terjadi.  4. Beberapa tumor ovarium pada gadis-gadis muda memiliki fungsi sekresi. Oleh karena itu, pasien mungkin mengalami perkembangan awal atau percepatan kematangan seksual.  5. Operasi pengangkatan tumor jinak pada masa remaja sangat efektif dalam mencegah keganasan dan komplikasi seperti torsi. Jika tumornya ganas, maka harus diangkat pada tahap awal, bersamaan dengan radioterapi atau obat anti-kanker.