Tahukah Anda? Ternyata sinar matahari merupakan zat penting untuk meningkatkan vitalitas pria, tidak heran jika orang sering menggunakan istilah “sunshine boy” untuk menggambarkan pria yang energik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang tidak dapat hamil umumnya kekurangan vitamin D, dan sinar matahari dapat meningkatkan sintesis vitamin D. Oleh karena itu, disarankan agar pria yang berencana untuk memiliki anak, mendapatkan lebih banyak sinar matahari! Sebuah penelitian di luar negeri menguji kualitas sperma lebih dari 300 pria dan menganalisa 40 di antaranya secara rinci. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pria yang secara teratur berjemur memiliki sperma yang lebih cepat dan penetrasi yang lebih baik, dan wanita lebih mungkin untuk hamil. Vitamin D memainkan peran penting dalam produksi air mani, tidak hanya membantunya terbentuk, tetapi juga membuatnya lebih aktif. Telah diukur bahwa aktivitas reseptor vitamin D dalam air mani pria normal tiga kali lebih tinggi daripada air mani mereka yang tidak subur. Jumlah vitamin D dalam tubuh pria berbanding lurus dengan androgennya. Pria dengan kadar vitamin D yang rendah memiliki jumlah sperma sehat yang jauh lebih rendah dari normal. Pada bulan Oktober setiap tahun, ketika musim dingin tiba di Eropa, sinar matahari berkurang dan akses tubuh terhadap vitamin D berkurang. Pada bulan Maret tahun berikutnya, tingkat asupan vitamin D tubuh dari sinar matahari jatuh ke titik terendah. Selama periode ini, pria juga memiliki testosteron terendah dalam tubuh mereka dan dorongan seks yang lebih lemah. Meskipun berjemur dapat meningkatkan vitalitas sperma, berjemur yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Disarankan untuk memilih suhu 18 hingga 20 derajat Celcius yang ideal, sebaiknya berolahraga di luar ruangan, olahraga dapat membantu penyerapan vitamin. Berjemur tidak boleh terlalu lama, maksimal 2 jam, dan hindari pukul 12.00-15.00 siang saat matahari paling terik. Jangan memakai pakaian putih, terutama saat radiasi ultraviolet kuat, pakaian putih akan memantulkan radiasi ultraviolet ke wajah atau lengan telanjang, sehingga kulit terbakar sinar matahari, kenakan pakaian merah sinar matahari yang paling tepat, takut silau juga bisa memakai kacamata hitam. Perlu diingatkan bahwa matahari tidak boleh dicat tabir surya, agar tidak mempengaruhi sintesis vitamin D.