Satu minuman manis dalam sehari benar-benar meningkatkan risiko kematian!

Minum satu minuman manis saja dalam sehari dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan bahkan kanker, menurut penelitian. Penelitian ini meneliti asupan minuman manis dan minuman dengan pemanis buatan pada populasi AS, di mana sebanyak 36.436 orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, 7.896 di antaranya meninggal karena kanker, dan 12.380 di antaranya meninggal karena kanker, Konsumsi minuman berpemanis dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyebab apa pun, setelah faktor pola makan dan gaya hidup diperhitungkan. Dua hingga enam minuman manis per minggu meningkatkan risiko kematian sebesar 6 persen Minum satu minuman manis per hari meningkatkan risiko kematian sebesar 14 persen Minum dua atau lebih minuman manis per hari meningkatkan risiko kematian sebesar 21 persen Minum dua atau lebih minuman manis per hari juga meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 31 persen Banyak orang menyebutkan Coca-Cola sebagai “penyebab” dari hasil kesehatan yang buruk Banyak orang menyebut Coca-Cola sebagai “penyebab utama” dari hasil kesehatan yang buruk, padahal definisi minuman manis mencakup berbagai macam produk, bukan hanya Coke. Para peneliti mencatat bahwa konsumsi minuman manis dikaitkan dengan kematian, terutama akibat penyakit kardiovaskular. Selain itu, semakin banyak minuman manis, semakin tinggi pula risiko kematian. Kesimpulan Penelitian ini menambah penelitian terbaru tentang efek negatif minuman manis terhadap kesehatan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memang mendukung rekomendasi yang ada saat ini untuk membatasi asupan minuman manis dan mengonsumsi minuman dengan gula buatan dalam jumlah sedang. Namun, masih banyak lagi keterbatasan penelitian yang perlu dipertimbangkan. Asupan minuman manis peserta dilaporkan sendiri menggunakan kuesioner frekuensi makanan dan oleh karena itu mungkin tidak sepenuhnya akurat. Kuesioner ini diisi setiap empat tahun, sehingga sulit bagi setiap peserta untuk mencatat secara akurat dan tepat apa yang mereka makan selama waktu tersebut. Ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi risiko kardiovaskular dan kanker, seperti genetika dan stres, yang tidak dapat diperhitungkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah orang kulit putih, yang juga membatasi penerapan temuan ini karena ras yang berbeda diketahui merespons secara berbeda terhadap diet tinggi gula. Selain itu, sejumlah besar bukti yang ada menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis secara teratur juga meningkatkan risiko berbagai kondisi kesehatan lainnya, mulai dari kerusakan gigi hingga diabetes, serangan jantung, dan stroke.