Kemerahan pada wajah saat panas di musim panas dapat disebabkan oleh faktor fisiologis atau faktor patologis, seperti rosacea, lupus eritematosus, dll. Disarankan agar pasien dirawat dengan pengobatan di bawah bimbingan dokter untuk mengklarifikasi penyebab spesifik penyakit. 1. Faktor fisiologis: Di musim panas, ketika panas, suhu tubuh meningkat, dan ekspansi kapiler akan menyebabkan kemerahan pada wajah, yang merupakan fenomena fisiologis normal, dan gejalanya akan berangsur-angsur berkurang ketika berada di lingkungan yang nyaman dan sejuk, biasanya tanpa perawatan khusus. 2. Faktor patologis: (1) Rosacea: Fungsi penghalang kulit wajah pasien rosacea terganggu, yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah setelah terpapar panas atau sinar matahari, sehingga mengakibatkan kemerahan pada wajah saat cuaca panas di musim panas. Pasien dapat menggunakan produk perawatan kulit topikal untuk memperbaiki penghalang kulit, serta mengonsumsi obat oral dengan antibiotik seperti doksisiklin hidroklorida dan antimalaria seperti hidroksiklorokuin seperti yang diresepkan oleh dokter untuk pengobatan antiinflamasi, anti-kekebalan tubuh, dan anti-kerusakan akibat sinar ultraviolet. (2) Lupus eritematosus: Penyebab lupus eritematosus tidak diketahui, dan mungkin terkait dengan infeksi, kekebalan tubuh, dan faktor lainnya. Pada suhu tinggi di musim panas, terutama setelah terpapar sinar matahari, kemerahan pada wajah akan terjadi. Pasien perlu menggunakan obat glukokortikoid secara sistematis seperti prednison, atau imunosupresan seperti thalidomide di bawah bimbingan dokter untuk memperbaiki atau meringankan gejalanya. Ketika fenomena kemerahan terjadi di musim panas saat cuaca panas, jika faktor fisiologis dikecualikan, disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit biasa untuk pemeriksaan, dan setelah diagnosis yang jelas, perawatan standar dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional.