Lesi pra-kanker bersifat jinak. Yang disebut lesi pra-kanker mengacu pada sejumlah lesi jinak yang berpotensi menjadi kanker di masa depan, tetapi belum tentu demikian. Saat ini, lesi pra-kanker yang umum terjadi pada praktik klinis meliputi poliposis kolorektal familial, adenoma kolorektal koriokapiler, leukoplakia, gastritis atrofi kronik dengan hiperplasia epitel usus, dan tukak lambung kronik raksasa, dan seterusnya. Selain itu, atipia epitel organ juga dianggap sebagai prakanker, seperti servisitis dengan atipia berat, hiperemesis gravidarum dengan proliferasi sel trofoblas yang signifikan, dan atipia berat pada endometrium. Lesi prakanker adalah lesi jinak, yang biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, tetapi hanya memerlukan tindak lanjut yang ketat, dan harus diobati tepat waktu setelah kecenderungan kanker terjadi, dan beberapa lesi prakanker perlu diobati dengan pembedahan, dan tidak perlu diobati dengan pengobatan anti tumor seperti radioterapi atau kemoterapi setelah pembedahan.