Sepuluh tanda utama sindrom menopause pada wanita

Tidak ada yang namanya “sepuluh besar manifestasi sindrom menopause wanita”. Sebagian besar wanita akan mengalami gejala-gejala seperti gangguan menstruasi, kontraksi pembuluh darah, atrofi urogenital, dan lain-lain, dan beberapa wanita akan mengalami gejala gangguan otonom, gejala psikoneurologis, dan disfungsi dasar panggul. 1. Gangguan menstruasi: Menstruasi yang tidak normal adalah gejala klinis yang umum terjadi pada wanita menopause, yang bermanifestasi dalam durasi menstruasi yang lama, siklus yang tidak teratur, dan aliran menstruasi yang banyak atau sedikit. 2. Gejala vasodilatasi: akibat vasodilatasi, wanita menopause juga dapat mengalami demam dan berkeringat, yang disebabkan oleh kadar estrogen yang berfluktuasi atau menurun. 3. Gejala atrofi genitourinari: setelah menopause, organ reproduksi wanita juga akan menunjukkan perubahan atrofi, seperti penipisan mukosa vagina, stenosis vagina, dan lain-lain, yang dapat menyebabkan cairan vagina yang tidak normal, gatal-gatal pada vagina dan gejala lainnya. 4. Gejala gangguan saraf otonom: akibat penurunan kadar estrogen, wanita menopause juga akan mengalami gangguan tidur, detak jantung yang cepat, sering disertai dengan kepanikan, sakit kepala dan gejala lainnya. 5. Gejala psikoneurologis: Sebagian besar wanita akan mengalami perubahan suasana hati yang nyata, seperti kesedihan, mudah marah dan cemas. 6. Disfungsi dasar panggul: Menurunnya kadar estrogen akan menyebabkan kerusakan struktur yang menopang panggul, yang akan mengakibatkan prolaps organ dasar panggul dan inkontinensia urin. Jika gejala-gejala di atas terjadi, maka hal ini dianggap sebagai sindrom menopause, dan Anda harus lebih banyak beristirahat, menghindari pekerjaan yang terlalu berat, dan mengatur emosi yang buruk.