Anda tidak boleh terus berlari jika Anda mengalami kebocoran urin, karena hal ini dapat memperparah gejala. Penyebab kebocoran urin perlu diidentifikasi dan diobati secara aktif, dan pasien harus menunggu hingga gejalanya hilang sebelum melanjutkan berlari. Kebocoran urin saat berlari biasanya merupakan bentuk inkontinensia stres, di mana pasien mengeluarkan urin tanpa sengaja saat mengerahkan tenaga, batuk atau bersin. Sejumlah faktor dikaitkan dengan perkembangan inkontinensia stres, termasuk usia, persalinan, riwayat operasi panggul, riwayat keluarga, konstipasi, dan merokok. Perawatan untuk inkontinensia stres meliputi intervensi gaya hidup, latihan otot dasar panggul, biofeedback, terapi stimulasi listrik, terapi stimulasi magnetik, dan obat-obatan (misalnya, duloxetine, dll.), serta perawatan bedah, seperti selempang uretra tengah dan selempang leher kandung kemih. Jika ada gejala kebocoran urin akibat berlari, tidak disarankan untuk terus berlari, dan pasien harus mencari perhatian medis tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebabnya dan secara aktif mengobatinya, serta berhati-hati untuk menghindari olahraga berat agar tidak memperburuk gejalanya.