Menurut statistik yang relevan, 80% pasien pria ditemukan memiliki vesikulitis prostat dan mani, dan diyakini bahwa infeksi genitourinari merupakan faktor predisposisi penting untuk penyakit ini, dan bahwa infeksi menyebar ke sendi sakroiliaka dan panggul melalui sistem limfatik dari jalur prostat, vesikulitis mani, kolitis ulserativa, dan radang usus, dan kemudian menyebar ke dalam sirkulasi tubuh untuk menimbulkan gejala sistematis dan sendi perifer, tendon, dan uveitis, dan lesi lainnya. Selain itu, trauma, penyakit tiroid, tuberkulosis, dan infeksi lokal juga merupakan faktor predisposisi penyakit ini. Kesimpulannya, penyakit ini didasari oleh faktor genetik dan kemudian dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ankylosing spondylitis adalah penyakit rematik dengan tingkat kepositifan antigen histokompatibilitas manusia B27 (HLA-B27) tertinggi (tingkat kepositifan 95%) seronegatif, dan tingkat kepositifan anggota keluarga dengan HLA-B27 juga 30 kali lebih tinggi daripada kontrol normal, dan sekitar 60% anggota keluarga dapat mengembangkan penyakit ini. Menurut laporan domestik dan internasional, ada kecenderungan penyakit ini berkembang dalam keluarga, dan saudara laki-laki telah ditemukan mengembangkan ankylosing spondylitis secara berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit ini, tetapi cara pewarisannya masih belum jelas.