Gejala awal skizofrenia

  Skizofrenia adalah penyakit mental yang sangat umum. Sebagian besar pasien memiliki onset yang lambat dan gejala awal yang tidak lazim, sehingga sangat mudah diabaikan. Jadi, bagaimana Anda bisa mengenali skizofrenia pada tahap awal? Secara umum, aspek-aspek berikut ini bisa membantu dalam identifikasi.  (1) Perubahan kepribadian dan gejala seperti neurotik adalah manifestasi yang paling umum dari skizofrenia awal: misalnya, pasien menjadi terisolasi, tidak bisa bicara, tidak bisa dihubungi, linglung, prestasi akademisnya menurun, tidak bertanggung jawab di tempat kerja, tidak tertarik, malas, dan membutuhkan pengawasan bahkan untuk kebersihan dan kehidupan pribadi. Sebagian pasien mungkin sensitif, curiga, tidak masuk akal atau marah, atau mungkin berbicara sendiri atau tertawa sendiri. Banyak pasien yang mengalami pusing, sakit kepala, insomnia, melamun, depresi, dan rasa tidak enak badan secara umum, dan bahkan menduga bahwa mereka menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.  (2) Gangguan pikiran, gangguan emosi dan gangguan aktivitas kehendak adalah manifestasi karakteristik skizofrenia. Pada tahap awal penyakit, perubahan kepribadian kecil dan gejala seperti neurosis tidak mudah diperhatikan, tetapi pengamatan lebih dekat mengungkapkan bahwa di bawah selubung gejala-gejala ini, pasien sering kali memiliki pemikiran dan percakapan aneh yang sering kali di luar topik dan tidak dapat dipahami. Sebagian pasien juga mengalami delusi dan halusinasi, sementara yang lain tampak dingin, jauh, tidak stabil atau tidak dapat diprediksi. Selain itu, sebagian pasien cenderung duduk sendirian atau berkeliaran sepanjang hari dan berperilaku dengan cara yang tidak dapat dipahami. Setelah gejala-gejala ini teridentifikasi, sangat penting untuk mendiagnosis skizofrenia.  (3) Kurangnya kesadaran diri adalah ciri umum pasien skizofrenia. Pasien biasanya menolak untuk mengakui bahwa mereka sakit, mereka tidak dapat mengenali penyakit mereka dan oleh karena itu tidak menuntut atau bahkan menolak pengobatan. Bahkan jika beberapa pasien mungkin secara samar-samar menyadari bahwa mereka ‘sakit’, ketika diminta untuk membuat analisis spesifik, hal itu tampak dangkal dan tidak lengkap.  Ini adalah poin-poin utama skizofrenia dini. Namun, terkadang situasinya bisa lebih kompleks untuk masing-masing pasien dan membutuhkan perhatian yang cermat dari psikiater sebelum kondisinya dapat dikompromikan.