Pada kelumpuhan pandangan vertikal, pasien kehilangan pandangan vertikal kasual dan refleks akibat kelumpuhan pandangan superior yang disebabkan oleh infark pada komisura anterior dan posterior area parietalis, serta kelumpuhan pandangan inferior yang disebabkan oleh infark pada aspek medial dan dorsal nukleus merah. Jika bagian posterior kolikulus superior rusak, maka tidak ada penglihatan inferior pada salah satu mata. Bagaimana cara mencegah hipermetropia? 1. Tidurlah lebih awal dan bangunlah lebih awal untuk melatih tubuh Anda. Kurang tidur akan menurunkan fungsi kekebalan tubuh, dan mudah gelisah serta mudah tersulut emosi, yang mengakibatkan luka luar dan dalam. 2, jaga kondisi pikiran tetap tenang. Jangan marah di musim semi, jangan terlalu tidak sabar, jaga agar pikiran Anda tetap tenang dari waktu ke waktu. 3, perhatikan kebiasaan gaya hidup, yang terbaik adalah deteksi dini dan pengobatan dini. 4. Hindari merokok, merokok merupakan faktor penyebab kanker yang terkenal dan berhubungan dengan 30% kanker. Asap tar mengandung berbagai zat karsinogenik dan zat karsinogenik, seperti 3-4 benzpyrene, hidrokarbon aromatik polisiklik, fenol, nitrosamin, dll. Saat asap pembakaran tembakau terhirup, partikel tar menempel pada mukosa bronkus, yang dapat menginduksi karsinogenesis setelah rangsangan kronis jangka panjang. Merokok terutama menyebabkan kanker pada paru-paru, faring, laring, dan kerongkongan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya tumor di banyak area lain. Pola makan yang sehat mungkin memiliki efek pencegahan pada sebagian besar kanker, terutama karena ada berbagai bahan pencegah kanker dalam makanan nabati yang efektif dalam mencegah hampir semua kanker. Merokok kemungkinan besar dapat merusak penghalang permukaan saluran pernapasan dan memicu serangan penyakit. Tembakau, alkohol, dan kopi dapat merangsang kegembiraan saraf, yang oleh sebagian orang digunakan untuk “menghilangkan ketegangan dan kelelahan”, tetapi sebenarnya melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. 5, perhatikan keselamatan kerja dan perkuat perlindungan tenaga kerja, untuk menghindari terjadinya trauma sangat penting. Jaga perlindungan pribadi Anda untuk menghindari cedera yang tidak perlu. Setelah trauma terjadi, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memperjelas diagnosis, dan perawatan dan pengobatan yang tepat untuk menghindari terjadinya cedera sekunder, serta untuk menghindari munculnya cedera lama, yang tidak akan berdampak pada pengobatan dan prognosis.