Tujuan Untuk menyelidiki efektivitas klinis dari transplantasi kornea lamelar dalam yang dimediasi oleh gas ruang anterior dengan manuver berulang. Metode Transplantasi kornea lamelar dalam yang dimodifikasi ini dilakukan pada 41 kasus (41 mata), termasuk yang mengalami kekeruhan yang melibatkan stroma dalam akibat episode keratitis berulang (22 mata), kekeruhan yang melibatkan stroma dalam akibat luka bakar bahan kimia atau termal (12 mata), kornea dengan kornea berbentuk kerucut yang telah selesai (4 mata), distrofi kornea yang melibatkan stroma dalam (2 mata), dan degenerasi kornea (1 mata). Regresi implan kornea yang terkena, prognosis penyakit permukaan okular asli, transparansi interlaminar kornea, neovaskularisasi, penutupan ruptur lamina elastis posterior, ketajaman penglihatan, dan reaksi inflamasi intraokular diamati dengan mikroskop lampu celah setelah pembedahan. Hasil Dari 41 mata yang terkena, 31 mata mengalami paparan lamina elastis posterior secara menyeluruh, 6 mata mengalami jaringan parut stroma parsial yang tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari lamina elastis posterior, dan 4 mata lainnya mengalami perforasi saat memisahkan stroma dalam dan lamina elastis posterior pada bagian dekat tengah mata. Toksisitas bilik mata depan yang parah terjadi pada satu mata pasca operasi. Tidak ada komplikasi serius lainnya yang terjadi selama masa tindak lanjut. Kesimpulan Manuver ruang anterior yang dimediasi oleh gas untuk memisahkan paracentesis untuk transplantasi kornea lamelar dalam adalah aman dan efektif