Tes Fungsi Ginjal

Sebagai salah satu organ penting dalam tubuh manusia, fungsi fisiologis utama ginjal adalah: (1) menghasilkan urin dan ekskresi produk metabolisme. Manusia setiap saat melakukan metabolisme, proses ini akan menghasilkan banyak limbah (seperti urea, asam urat, dll.), sebagian besar limbah melalui penyaringan glomerulus, sekresi tubulus ginjal atau reabsorpsi, dan pada akhirnya pembentukan urin dari tubuh. (2) Menjaga keseimbangan cairan dan keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Ginjal dapat mengatur keseimbangan asam-basa dan menjaga kestabilan lingkungan internal dengan meningkatkan ekskresi asam. (3) Fungsi endokrin: sekresi renin, prostaglandin, kinin, eritropoietin, dan vitamin D3 aktif. Biasanya tes fungsi ginjal meliputi kreatinin, asam urat, dan nitrogen urea, yang merupakan tes fungsi ginjal yang paling umum digunakan. Selain itu, tersedia juga tes β2-mikroglobulin urin, albumin urin, imunoglobulin G urin, imunoglobulin A sekretorik urin, berat jenis urin, dan osmolalitas urin. Untuk orang tua dan orang kurus, mungkin tidak akurat jika hanya mengandalkan ukuran nilai kreatinin darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal, dan beberapa perhitungan khusus perlu dilakukan untuk mengoreksi atau menggunakan indikator fungsi ginjal lainnya (misalnya eGFR). Ginjal manusia normal memiliki kemampuan kompensasi yang kuat, dan gangguan ginjal ringan mungkin tidak menyebabkan peningkatan kreatinin darah. Namun, bila kreatinin darah meningkat, hal ini menunjukkan bahwa fungsi ginjal sangat terganggu. Ketika fungsi ginjal menurun, penggunaan obat tertentu dibatasi. Sebagai contoh, bila eGFR ginjal kurang dari 30ml/menit.kg, penggunaan sebagian besar obat merupakan kontraindikasi. Oleh karena itu, penggunaan obat perlu dilakukan di bawah bimbingan dokter atau apoteker di rumah sakit biasa, dan pemantauan fungsi ginjal secara teratur untuk memandu penyesuaian obat.