Apakah obesitas pada pria berpengaruh pada sistem reproduksi?

Ketika orang mencapai usia paruh baya, banyak dari mereka menjadi “gemuk”, terutama setelah usia 40 tahun, ketika tekanan pekerjaan dan kehidupan meningkat dan mereka sibuk dengan pekerjaan dan kurang berolahraga setiap hari. Apakah akan mudah untuk memiliki bayi pada masa ini? Orang mungkin pernah mendengar bahwa tidak mudah bagi wanita untuk memiliki anak jika mereka kelebihan berat badan, tetapi pada kenyataannya, obesitas pada pria juga dapat menyebabkan kemandulan. Mekanisme yang menyebabkan ketidaksuburan pada pria juga beragam. Pengaruh obesitas terhadap kesuburan pria terutama berasal dari lima aspek: (1) Obesitas dapat menyebabkan jaringan adiposa perifer yang berlebihan, yang mengarah pada konversi androgen menjadi estrogen dalam tubuh di bawah aksi aromatase, menyebabkan tingkat estrogen meningkat dan tingkat testosteron dalam tubuh turun, sedangkan testosteron merupakan syarat penting untuk produksi sperma, dan pengurangan testosteron akan menyebabkan produksi sperma terpengaruh, dan menyebabkan hipogonadisme sekunder pada pria. (2) Obesitas dapat menyebabkan hipertensi, hiperglikemia dan hiperlipidemia, yang juga dikenal sebagai sindrom metabolik. Penelitian modern menunjukkan bahwa sindrom metabolik dapat memengaruhi fungsi gonad pria dan menyebabkan gangguan produksi sperma. (3) Pria yang mengalami obesitas berlebihan mengalami penumpukan lemak di perut bagian bawah, yang memengaruhi fungsi pembuangan panas skrotum dan dapat meningkatkan suhu skrotum. Biasanya suhu skrotum adalah 2 hingga 3°C lebih rendah dari suhu tubuh, yang cocok untuk produksi sperma. Peningkatan suhu skrotum dapat mengurangi parameter air mani dan meningkatkan kerusakan DNA sperma dan stres oksidatif. Penumpukan lemak di sekitar skrotum juga menghambat pembuangan panas dan meningkatkan suhu lokal testis, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma. Selain itu, pasien obesitas biasanya berolahraga lebih sedikit daripada orang normal, dan ketidakaktifan dalam jangka panjang juga dapat berdampak pada kualitas sperma. (4) Obesitas juga dapat mempengaruhi libido dan fungsi seksual pria, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau gangguan ejakulasi, sehingga mempengaruhi fungsi kesuburan pria. (5) Obesitas sering dikaitkan dengan sindrom apnea tidur, yang menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh dan mempengaruhi produksi dan vitalitas sperma. Jadi, bagaimana Anda dapat mengetahui apakah Anda mengalami obesitas? BMI adalah angka yang diperoleh dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat, dan merupakan ukuran massa tubuh dan kesehatan yang diterima secara internasional. Nilai BMI untuk orang dewasa: kekurangan berat badan: di bawah 18,5; normal: 18,5 hingga 23,9; kelebihan berat badan: 24 hingga 27; obesitas: 28 hingga 32; sangat gemuk: di atas 32. Pria yang sedang mempersiapkan kehamilan harus berolahraga lebih banyak dan menjaga berat badannya tetap terkontrol.