Ibu dan Ayah harus melihat, haruskah 7 perilaku utama bayi ini dihentikan?

1 .Bayi suka merobek kertas, apa yang harus saya lakukan? Orang tua tidak perlu terburu-buru menghentikan bayi mereka merobek kertas tanpa alasan. Ketika bayi Anda berusia enam atau tujuh bulan, sebuah penemuan yang tidak disengaja akan membuatnya merasakan kegembiraan merobek kertas. Mengubah bentuk kertas dan mengeluarkan suara melalui gerakan tangan adalah tindakan eksplorasi aktif yang didasari oleh rasa ingin tahu dan merupakan tanda pembelajaran aktif. Tindakan merobek kertas, di satu sisi, dapat memuaskan rasa ingin tahu bayi Anda dan memberinya rasa senang, dan di sisi lain, dapat melatih otot-otot kecil dan koordinasi mata-tangan bayi Anda. Orang tua dapat mendorongnya untuk merobek kertas menjadi beberapa bagian atau bahkan sobekan, sehingga gerakan tangan bayi yang halus dapat berkembang dan membantu perkembangan intelektualnya. Ketika bayi sudah sedikit lebih besar, orang tua dapat membimbing bayi untuk merobek kertas menjadi bentuk dan kontur khusus, seperti menggunting kertas, sehingga merobek kertas menjadi kegiatan yang menyenangkan. 2. Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya sering “memukul”? Bayi berusia 2-3 tahun memiliki sedikit kontrol atas tubuh mereka sendiri dan “tepukan” yang bersahabat sering dianggap sebagai memukul ketika mereka gugup. Faktanya, mereka tidak menyadari ‘kekerasan’ yang mereka lakukan. Hal pertama yang perlu diketahui orang tua adalah bahwa bayi tidak tahu bagaimana menggunakan gerakan tubuhnya dengan benar, sehingga mereka tidak perlu menghentikan perilaku ini, mereka hanya perlu menunjukkan kepada anak dengan cara yang benar dan membimbingnya. Namun, jika bayi memukul atau menggigit karena marah, perilaku ini harus dihentikan. Orang tua tidak boleh mudah marah pada saat ini. Orang tua harus terlebih dahulu menjelaskan kepada bayi: “Saya menerima kemarahan Anda, tetapi saya tidak bisa membiarkan Anda memukul”. Orang tua lebih menempatkan diri mereka pada posisi anak dan membantu anak untuk mengekspresikan perasaannya. “Jangan khawatir, mama akan membantumu”. Dengan cara ini anak tidak akan melampiaskannya pada anak-anak. 3. Mengapa bayi saya sering melempar barang? Banyak orang tua yang mendapati bahwa pada usia sekitar 9 bulan, bayi mereka sangat tertarik untuk bermain “melempar”. Benda apa pun yang dapat mereka tangkap akan dilempar secara sadar dan kemudian dipungut kembali oleh orang tua, dan mereka bersenang-senang melakukan hal ini. Orang tua tidak perlu melarang perilaku ini, mereka hanya perlu mengedukasi bayi mereka tentang hal ini dan mengembangkan kebiasaan untuk mengambilnya kembali. Misalnya, beri tahu bayi Anda apa yang boleh dan tidak boleh dilempar, dan berikan dia beberapa benda yang bisa dijatuhkan untuk dimainkan. Setelah bayi Anda membuang sesuatu, Anda juga harus membimbing bayi Anda untuk mengembangkan kebiasaan membuang sesuatu dan mengambilnya kembali, sehingga ia tahu bahwa ia harus mengambil apa yang telah ia lempar. Namun, jika bayi Anda marah dan melempar sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya, orang tua harus menghentikan perilaku “protes” ini dan membimbingnya untuk belajar menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan emosi dan kebutuhannya. 4. Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya memainkan alat kelaminnya? Pada usia sekitar 10 bulan, anak laki-laki suka menggunakan tangan mereka untuk memegang ‘penis’ mereka. Ini adalah perilaku eksplorasi yang umum bagi anak laki-laki untuk bermain dengan alat kelamin mereka dan bagi mereka, ‘penis’ hanyalah bagian dari tubuh mereka seperti jari tangan dan kaki. Orang tua sering menganggap hal ini sebagai kebiasaan buruk atau perilaku seksual yang memalukan. Orang tua mungkin ingin mengalihkan perhatian bayi mereka dari perilaku ini dengan mainan yang menyenangkan atau berbagai jenis kegiatan, sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan alat kelamin mereka ketika mereka ‘sibuk’. Ketika bayi Anda sedikit lebih besar dan ingin tahu tentang seks, orang tua dapat menggunakan beberapa frasa yang mudah dimengerti untuk menjelaskan kepada bayi Anda. 5. Apa artinya bila bayi suka menyembunyikan sesuatu? Bayi yang nakal sering kali menyembunyikan benda-benda kecil di rumah, seperti kunci, remote control, dan ponsel, dan mereka senang memainkan permainan “petak umpet”. Permainan ini adalah cara yang bagus bagi bayi untuk mengembangkan ingatan mereka, karena mereka merasakan suatu pencapaian saat pertama kali menyembunyikan sesuatu dan kemudian menemukannya. Orang tua dapat memainkan permainan ini dengan bayi mereka lebih sering karena ini bukan hanya interaksi orang tua dan anak yang menyenangkan, tetapi mereka juga dapat belajar cara menyembunyikan sesuatu. Benda-benda tajam di rumah harus dijauhkan dari jangkauan bayi untuk menghindari cedera, dan benda-benda berharga harus dikumpulkan agar tidak hilang. 6. Dapatkah saya menghentikan bayi saya memanjat ke tempat yang tinggi? Ketika bayi sudah cukup besar untuk berlari dan melompat, mereka mulai menjelajahi dunia di sekitarnya dengan lebih berani. Sering kali bayi akan melakukan hal-hal yang berbahaya seperti memanjat. Latihan fisik ini bermanfaat bagi perkembangan lobus frontal dan otak kecil, serta membantu meningkatkan kesadaran spasial bayi. Orang tua dapat berinisiatif untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi bayi mereka, misalnya dengan menjaga jarak dengan bayi mereka saat mereka bermain memanjat. Singkirkan benda-benda tajam atau mudah pecah di rumah, atau letakkan tikar bermain yang tebal di lantai kamar bayi Anda, peringatkan bayi Anda untuk tidak memanjat jendela atau balkon, dan bungkus sudut-sudut meja dengan alas yang lembut untuk memastikan keamanan dan memuaskan keinginan bayi Anda untuk memanjat dan bereksplorasi. 7 . Bayi egois? Pelit? Bagaimana cara mengajarnya? Bayi memiliki kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri ketika mereka mencapai usia sekitar 3 tahun. Mereka sering hanya mementingkan kebutuhan dan perasaan mereka sendiri dan belum belajar untuk menjadi perhatian, berbagi, dan berinisiatif untuk merawat orang lain. Akibatnya, Anda mungkin mendapati bahwa bayi Anda akan menegaskan ‘kedaulatan’ atas benda-benda yang ada di tangan mereka dan tidak mengizinkan orang lain untuk menyentuhnya. Tidak perlu menghentikan perilaku kecil ini, karena saat bayi Anda mengembangkan mentalitas ‘sosial’, dan saat orang tua Anda membimbing perilaku berbagi bayi Anda, bayi Anda secara bertahap akan belajar untuk menjadi ‘murah hati’. Dalam proses ini, orang tua dapat secara sadar mendorong bayi mereka untuk berteman dan bermain dengan teman sebayanya, sehingga ketika mereka menjadi bagian dari ‘kelompok’, ‘kepicikan’ eksklusif mereka akan sangat meningkat. Jika anak-anak lain ingin bermain dengan mainan bayi tetapi bayi tidak mengizinkannya, ibu dapat memberikan bimbingan dengan menyarankan, “Apa yang akan kamu lakukan jika bayi ingin bermain dengan mainan itu dan mereka tidak mengizinkanmu?” Cobalah untuk membiarkan anak Anda merasakan perasaan orang lain dan beri tahu mereka bahwa mereka tidak akan senang jika dia menolaknya, sehingga mereka dapat lebih memahami dan menghargai orang lain.