Beberapa penderita diabetes menggunakan pompa insulin sebagai bagian dari pengobatan mereka, jadi mereka perlu mengetahui sedikit tentang pompa insulin. Jadi, apa itu pompa insulin? Pasien seperti apa yang cocok untuk pompa insulin? Apa yang dimaksud dengan pompa insulin? Pompa insulin adalah alat bertenaga komputer yang berisi insulin dan terdiri dari tiga komponen: wadah pompa untuk insulin, reservoir, pompa kecil yang dioperasikan dengan baterai, dan chip komputer yang digunakan oleh pengguna untuk secara akurat mengontrol dosis insulin yang dilepaskan oleh pompa. Semua ini dibungkus dalam wadah plastik seukuran pager. Insulin di dalam pompa dihubungkan ke jarum kecil melalui tabung plastik tipis yang lembut, yang dimasukkan ke bawah kulit, dan dosis kecil insulin (dosis basal) dimasukkan ke dalam tubuh pasien 24 jam sehari, dan dosis besar insulin (dosis premeal) dimasukkan saat makan, sehingga glukosa darah dalam tubuh selalu dalam keadaan normal dan tidak berfluktuasi secara drastis ke atas dan ke bawah. Oleh karena itu, alat ini seperti “pankreas buatan” yang sederhana, yang juga disebut “injeksi insulin subkutan kontinu”. Pasien seperti apa yang cocok untuk pompa insulin? 1. Indikasi untuk terapi pompa insulin jangka pendek ①Pasien diabetes tipe 1 dan pasien diabetes tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin intensif jangka panjang selama rawat inap; ②Pasien yang baru didiagnosis atau didiagnosis dengan diabetes tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin intensif jangka pendek; ③Pasien dengan diabetes tipe 2 yang mengalami stres; ④Pasien diabetes gestasional, diabetes yang dikombinasikan dengan kehamilan, dan pasien diabetes yang sedang mempersiapkan kehamilan; ⑤Pasien diabetes dengan kontrol glikemik perioperatif. Kontrol. 2. Indikasi terapi pompa insulin jangka panjang Siapa pun yang membutuhkan terapi insulin jangka panjang dapat menggunakan terapi pompa insulin, dan kelompok orang berikut ini akan mendapat manfaat lebih dari penggunaan pompa insulin: ① Pasien dengan diabetes tipe 1; ② Pasien dengan diabetes tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin jangka panjang, terutama: pasien dengan fluktuasi glukosa darah yang besar dan yang glukosa darahnya tidak dapat dikontrol dengan baik meskipun telah menggunakan banyak suntikan insulin subkutan; pasien dengan fenomena fajar yang parah yang menyebabkan kontrol glukosa darah secara keseluruhan menjadi buruk; pasien dengan sering mengalami hipoglikemia; dan pasien dengan frekuensi hipoglikemia yang tinggi. Pasien yang sering mengalami hipoglikemia, terutama hipoglikemia nokturnal, hipoglikemia yang tidak dirasakan, dan hipoglikemia berat; pasien yang memiliki jadwal kerja yang tidak teratur dan tidak dapat makan secara teratur; pasien yang tidak ingin menerima suntikan insulin setiap hari dan membutuhkan kualitas hidup yang lebih baik; pasien yang mengalami gastroparesis atau waktu makan yang lama. (3) Jenis diabetes lain yang membutuhkan terapi penggantian insulin jangka panjang (misalnya, pasca pankreatektomi, dll.). 3. Orang yang tidak cocok untuk terapi pompa insulin dan kontraindikasi ① Pasien dengan diabetes yang tidak memerlukan terapi insulin; ② Ketoasidosis diabetik stadium akut, koma hiperosmolar stadium akut; ③ Pasien dengan hiperglikemia dengan gangguan peredaran darah yang parah; ④ Pasien dengan diabetes yang alergi terhadap selang infus subkutan atau pita perekat; ⑤ Pasien yang tidak mau memakai selang infus subkutan dalam jangka panjang atau memakai pompa dalam jangka waktu lama dan secara psikologis tidak dapat menerima terapi pompa insulin; (5) Pasien dan anggota keluarganya (6) Pasien dan anggota keluarga yang tidak memiliki pengetahuan yang relevan dan tidak dapat menguasai penggunaan pompa setelah menerima pelatihan; (7) Pasien diabetes dengan gangguan psikologis yang parah atau kelainan mental; (8) Pasien diabetes usia muda atau lanjut usia yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri dan tidak memiliki wali.