Pada kasus yang parah, rinitis alergi dapat diperumit oleh asma dengan kesulitan pernapasan, konjungtivitis alergi, dan konsekuensi yang lebih serius seperti gangguan penciuman.
Rinitis alergi disebabkan oleh reaksi berlebihan pada mukosa hidung akibat paparan alergen lingkungan, seperti serbuk sari dan debu. Gejala umum rinitis alergi meliputi hidung gatal (dapat melibatkan telinga dan tenggorokan yang gatal), bersin-bersin paroksismal, keluarnya cairan dari hidung yang encer, hidung tersumbat, dan sebagainya.
1. Sesak napas dengan asma: Pada kasus yang parah, asma dapat dipicu oleh aliran balik sekresi inflamasi jangka panjang ke dalam saluran napas, dan sesak napas dapat terjadi akibat edema mukosa dan hiperresponsif saluran napas.
2. Dikombinasikan dengan konjungtivitis alergi: rinitis alergi dapat menyebabkan konjungtivitis alergi dan gejala serius lainnya, seperti mata terasa terbakar dan mata terasa gatal.
3. Indera penciuman yang terhambat: pada kasus rinitis alergi yang parah, selaput lendir hidung dapat mengalami pembengkakan atau sekresi yang berlebihan dapat menyumbat area penciuman, dan ventilasi rongga hidung dapat menjadi buruk, yang mengakibatkan gejala-gejala seperti berkurangnya indra penciuman.
Ketika rinitis alergi terjadi, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu dan di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.