Mengangguk pada bayi dapat disebabkan oleh gerakan perilaku normal, atau mungkin terkait dengan epilepsi atau mioklonus.
1. Tindakan perilaku: sebagian besar mengangguk pada bayi disebabkan oleh tindakan perilaku normal, seperti meniru perilaku orang tua atau anak-anak di sekitarnya, atau ketika bayi melakukan gerakan mengangguk, orang tua akan menunjukkan keterkejutan dan ekspresi lainnya.
2. Epilepsi: bayi mengangguk lebih sering, mungkin berhubungan dengan epilepsi, epilepsi adalah sindrom disfungsi serebral transien berulang yang kronis, gejala klinisnya berupa mengangguk-angguk, kejang-kejang, sianosis, dan sebagainya.
3. Mioklonus: bayi dengan kondisi di atas mungkin terkait dengan mioklonus. Mioklonus mengacu pada kontraksi yang tidak disengaja dari sekelompok otot atau seluruh otot tubuh, biasanya kontraksi otot antagonis dan otot aktif secara bersamaan.
Bayi mengangguk mungkin juga terkait dengan faktor lain, orang tua disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan yang relevan dan bekerja sama dengan dokter untuk perawatan aktif.