Trigliserida tinggi dapat disebabkan oleh faktor primer atau sekunder. Trigliserida tinggi secara klinis merupakan bentuk hiperlipidemia. Trigliserida tinggi primer terlihat pada kelainan genetik dan metabolisme. Trigliserida tinggi sekunder terjadi setelah penyakit tertentu, seperti diabetes melitus dan sindrom nefrotik. Selain itu, bagi pasien yang memiliki disfungsi tiroid, hipotiroidisme, obstruksi empedu, juga dapat menyebabkan metabolisme lemak yang tidak normal, sehingga menyebabkan trigliserida tinggi. Selain itu, beberapa kebiasaan hidup juga dapat menyebabkan peningkatan trigliserida, seperti diet tinggi garam, tinggi lemak, tinggi gula, banyak merokok dan penyalahgunaan alkohol, istirahat dalam jangka waktu lama, kurang tidur, serta gangguan endokrin, ketegangan kerja, stres mental, kondisi ini juga akan memicu peningkatan trigliserida.