Asma infantil adalah penyakit yang spesifik, terkait alergi, dan tidak menular. Sebagian besar serangan asma pada bayi dan anak-anak dikaitkan dengan infeksi pernapasan akibat virus. Artinya, infeksi saluran pernapasan akibat virus dapat memicu serangan asma. Asma sendiri tidak menular, tetapi infeksi saluran pernapasan akibat virus yang memicu asma dapat menginfeksi bayi yang melakukan kontak dekat dengan anak yang sakit. Dalam kasus infeksi virus syncytial, bayi yang terinfeksi juga dapat mengalami gejala mengi. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kontak dekat antara bayi dan anak yang sakit. Bayi dengan asma infantil harus memiliki diet seimbang, mengonsumsi suplemen vitamin D, dan menambahkan makanan pendamping tepat waktu, tetapi tidak boleh makan protein asing, seperti makanan laut dan daging lain yang rentan alergi, terlalu dini. Hindari menambahkan makanan pendamping ASI berbasis protein sebelum usia setengah tahun, berolahragalah dan dapatkan lebih banyak sinar matahari, jagalah agar ruangan tetap berventilasi baik, dan hindari kontak dengan boneka binatang peliharaan yang rentan alergi. Jangan makan makanan yang terlalu manis, dan jangan gunakan barang atau benda beraroma atau berbau di dalam ruangan, seperti disinfektan, untuk menghindari iritasi pernapasan yang terus-menerus.