Fraktur leher tulang paha lebih sering terjadi pada lansia dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Lansia cenderung memiliki derajat osteoporosis yang berbeda-beda, dan wanita khususnya lebih rentan terhadap patah tulang karena awal osteoporosis karena alasan fisiologis (menopause). Untuk pasien lansia dengan patah tulang leher femur, artroplasti pinggul artifisial merupakan operasi yang berhasil, yang dapat segera meredakan dan menghilangkan nyeri sendi, meningkatkan mobilitas anggota tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. I. Persiapan pra-bedah: Dokter bedah akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pasien sebelum operasi, termasuk: pemeriksaan fisik, tes laboratorium, pemeriksaan gigi, pemeriksaan saluran kemih, dll. Tes yang diperlukan ini akan membantu menilai kondisi fisik pasien dan merencanakan operasi, serta mengurangi kemungkinan infeksi setelah operasi. Operasi memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Dokter bedah akan mengangkat kepala femur dan tulang serta tulang rawan yang sakit, memasang prostesis buatan, dan mengembalikan fungsi pinggul pasien. Rehabilitasi pasca operasi 1. Latihan fungsional 1) Ekstensi pinggul: A. Kencangkan otot gluteal dan lakukan sedikit pengangkatan pinggul, tahan selama lima menit. B. Luruskan lutut dan rentangkan tungkai bawah dengan sendi ke belakang. 2) Fleksi pinggul: A. Berbaringlah dan gerakkan tumit ke arah pinggul, berhati-hatilah agar fleksi pinggul tidak lebih dari 90 derajat. B. Berdirilah dan berhati-hatilah agar fleksi pinggul tidak lebih dari 90 derajat. 3) Ekstensi lutut: Angkat satu kaki sekitar 15 cm, tahan selama 5 detik, lalu ganti kaki dan ulangi 10 kali. 4) Penculikan pinggul: A. Berbaringlah di tempat tidur dengan jari-jari kaki menghadap ke atas, luruskan tungkai bawah dan rentangkan tungkai bawah ke arah luar. B. Berdirilah dengan tungkai bawah lurus, rentangkan tungkai bawah ke arah luar, tahan selama 5 detik, ulangi sebanyak 10 kali. 2. Postur tubuh yang benar untuk bangun dari tempat tidur 1) Pindahkan tungkai yang sakit lebih dekat ke tepi tempat tidur 2) Turunkan tungkai bawah secara perlahan-lahan 3) Usahakan untuk tidak menumpu berat badan di sisi yang sakit 4) Berdirilah secara perlahan-lahan dengan tangan di sisi yang sehat memegang alat bantu jalan dan tangan di sisi yang sakit memegang tepi tempat tidur. 3. Postur tubuh yang benar dengan kruk 1) Berdiri dengan kruk kiri terlebih dahulu 2) Langkahkan kaki kanan 3) Langkahkan kruk kanan 4) Langkahkan kaki kiri. 4. Pencegahan komplikasi 1. Latihan fungsional Langkah mendasar adalah memulai latihan fungsional sedini mungkin. 3. Pencegahan infeksi paru: anjurkan pasien untuk duduk dan anjurkan batuk untuk mencegah pneumonia. V. Tindak lanjut pasca operasi 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan kemudian setahun sekali untuk tindak lanjut rutin dan rontgen. Tujuan kunjungan tindak lanjut adalah untuk memandu pasien untuk rehabilitasi lebih lanjut untuk mencapai hasil terbaik dari operasi.