1, stroke: lebih dari 90% pasien stroke memiliki spondylosis serviks, dan banyak orang yang masih belum menyadari penyebabnya setelah stroke. 2.Insomnia dan neurasthenia: 70% orang dengan kondisi ini secara klinis diamati dipicu oleh spondylosis serviks. 3. Timbulnya vertigo secara tiba-tiba: terutama karena kompresi arteri vertebralis, pingsan mendadak sering kali memiliki konsekuensi yang serius. 4.Kehilangan memori yang parah: disebabkan oleh kompresi arteri vertebralis oleh tulang belakang leher, yang dapat diikuti oleh infark serebral atau bahkan pendarahan otak. 5, kekakuan leher tidak dapat diputar: spondylosis serviks akibat degenerasi vertebra dan cakram intervertebralis, kalsifikasi ligamen akan menyebabkan gerakan leher terbatas. 6.Fitodisfungsi: disebabkan oleh tulang di tepi depan tubuh vertebral yang menekan dinding posterior esofagus atau merangsang reaksi jaringan lunak di sekitarnya. 7, Nyeri dan kelemahan anggota tubuh bagian atas: disebabkan oleh kompresi intervertebralis akar saraf, yang dapat mempengaruhi kedua sisi batang tubuh pada saat yang sama dan berkembang lebih cepat. 8, Paraplegia tinggi: osteofit tulang belakang serviks dan taji tulang menekan akar saraf dan sumsum tulang belakang di leher, yang menyebabkan timbulnya kelumpuhan. 9, Tuli: disebabkan oleh iritasi atau kompresi serat postganglionik simpatis di tulang belakang paracervical, sering disertai dengan penglihatan kabur, dll.