Apa yang “membuat” seorang anak menjadi “autis”

Perkembangan awal anak-anak membutuhkan hubungan yang dekat dengan orang tua mereka, yang mengarah pada keterikatan emosional dan interaksi interpersonal yang baik. Jika interaksi interpersonal kurang, hal itu dapat menghambat pertumbuhan spiritual anak yang sehat. Berikut adalah dua contoh negatif: Contoh 1, seorang anak laki-laki, Wen Wen. Dia dibawa pulang oleh ibunya, yang hanya memiliki sedikit waktu untuk dihabiskan bersamanya karena ayahnya sibuk dengan bisnisnya. Ibunya jarang mengajaknya turun ke bawah untuk bermain, tetapi hanya membelikannya banyak mainan dan alat bantu belajar, dan dia “kecanduan perdagangan saham dan tidak bisa berhenti”. Ketika dia datang ke dokter, anak itu berusia 3 tahun 7 bulan, dia bisa membaca banyak kata dan melafalkan selusin puisi Mandarin, tetapi dia tidak memiliki bahasa yang komunikatif dan sering mengamuk, berteriak, bermain sendiri, dan berbicara sendiri tanpa menanggapi teriakan ibunya. Dia sekarang berada di kelas kecil di taman kanak-kanak dan gurunya melaporkan bahwa dia hanya bermain dengan teman-teman sekelasnya “sesekali” di taman kanak-kanak, tetapi dia tidak berbicara bahasa komunikasi sehari-hari dan tidak suka mengatakan “apa yang saya inginkan” atau “apa yang saya lakukan”. Dia tidak mengatakan “apa yang saya inginkan” atau “apa yang saya lakukan” dan tidak menyapa, tetapi fasih membaca puisi dan buku pelajaran. Contoh 2: Mingming, seorang anak laki-laki. Orang tuanya bekerja di Zhongshan dan anak tersebut ditinggalkan di rumah bersama kakek-neneknya, yang sibuk dengan pekerjaan pertanian dan sering meninggalkannya sendirian di dalam tong dengan televisi menyala, sering menonton televisi lebih dari 8 jam sehari. Pada saat ia datang ke dokter, anak tersebut berusia 3 tahun 2 bulan, tidak bisa bicara, mengabaikan orang lain, dan tertarik pada televisi. Kedua contoh ini disebabkan oleh kurangnya interaksi antar manusia, sehingga menghasilkan anak yang tidak bisa berbicara, tidak tahu cara berinteraksi sosial dan memiliki gejala seperti autis. Oleh karena itu, sebagai orang tua, pertama-tama, kita tidak boleh mengejar berapa banyak puisi Tang yang diketahui oleh anak-anak kita yang masih kecil atau berapa banyak buku pelajaran yang dapat mereka baca, tetapi kita harus terlebih dahulu fokus pada kemampuan bahasa sosial mereka, sehingga mereka dapat berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.