Cedera tengkorak dan pendarahan otak sering kali memerlukan pembedahan dekompresi dengan flap debridemen untuk mengontrol tekanan intrakranial. Setelah pembedahan, jaringan otak di lokasi flap ditempatkan di bawah tekanan atmosfer langsung, yang secara langsung memengaruhi fungsi otak karena kurangnya perlindungan dari tengkorak. Selain itu, suhu di luar tengkorak juga secara langsung memengaruhi jaringan otak, dan suhu dingin serta panas yang berlebihan dapat merusak pemulihan fungsi neurologis. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pada fungsi neurologis setelah perbaikan cacat tengkorak, dan semakin dini perbaikan tengkorak, semakin baik. Pasien dengan fraktur tengkorak kominutif terbuka dengan kebersihan luka yang baik dan tidak ada hipertensi tengkorak umumnya direkomendasikan untuk menjalani perbaikan tengkorak pada tahap 1, sedangkan pasien dengan trauma tengkorak tertutup yang parah dan cacat tengkorak yang diakibatkan oleh hipertensi tengkorak selama dekompresi flap tulang besar perlu menjalani perbaikan tengkorak sekitar 2-3 bulan. Pemilihan bahan juga sangat penting saat melakukan perbaikan kranial, pertama, harus memiliki biokompatibilitas yang baik untuk mengurangi komplikasi pasca operasi, juga harus ringan dan kuat untuk menghilangkan kekhawatiran pasien akan keruntuhan pasca operasi yang tidak dapat dipaksakan, dan tentu saja, efek estetika juga menjadi aspek yang sangat diperhatikan oleh pasien saat memilih bahan untuk mengembalikan tampilan asli permukaan kranial dan maksilofasial, dan pada saat yang sama untuk memenuhi keinginan pasien untuk membentuk kecantikan mereka. Untungnya, sekarang ada bahan polieter eter keton dengan sifat yang sangat baik yang dapat digunakan untuk perbaikan tengkorak dengan hasil yang ideal. Bahan polyether ether ketone ini, yang juga dikenal sebagai PEEK, adalah bahan polimer khusus yang sangat biokompatibel, dapat dibentuk dalam tiga dimensi agar sesuai dengan jendela tulang yang rusak, dan sebanding dengan tulang tengkorak autologus dalam hal elastisitas, kekakuan, insulasi, dan stabilitas, sehingga menjadi bahan yang sangat baik untuk perbaikan tengkorak.