Tes apa yang dilakukan sebelum pembedahan fraktur

Jenis-jenis tes berikut ini dilakukan sebelum pembedahan fraktur: pencitraan, yang dilakukan untuk mengetahui lokasi fraktur yang tepat serta untuk membuat rencana terperinci untuk pembedahan. Selain itu, pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang mendasari dan jika ada kontraindikasi untuk pembedahan. Pemeriksaan pencitraan pra-operasi meliputi sinar-X dari lokasi fraktur dan, jika perlu, CT rekonstruksi 3D. Elektrokardiogram, ultrasonografi hati, kantung empedu, limpa, dan kedua ginjal, serta ortopantomogram dada juga diperlukan. Sebelum operasi fraktur, tes darah juga diperlukan, termasuk koagulasi, tes darah rutin, seri biokimia utama, seri hepatitis A, B dan C, tes sifilis dan AIDS. Tes yang relatif khusus diperlukan tergantung pada lokasi fraktur, seperti USG arteri dan vena dalam dari ekstremitas bawah, dan bahkan angiografi jika perlu.