Neurosis adalah gangguan neurologis yang ditandai oleh gairah mental dan kelelahan. Gejala utamanya adalah mudah tersinggung secara emosional, khawatir dan tegang, serta gangguan fisiologis seperti nyeri ketegangan otot dan gangguan tidur. Jadi, apa saja gejala spesifik neurasthenia? (a) Kegembiraan mental yang mudah, kelelahan mental dan fisik Aktivitas mental pasien sangat mudah dimulai. Karena ambang rangsangan yang rendah, beberapa rangsangan ringan atau bahkan tidak relevan di sekitar pasien dapat menyebabkan respons yang lebih kuat atau lebih tahan lama, yang mengakibatkan kurangnya perhatian, peningkatan asosiasi dan ingatan yang tidak disengaja, dan kesulitan dalam konsentrasi. Rangsangan yang menimbulkan respons yang terangsang tidak selalu kuat atau tidak menyenangkan, tetapi asosiasi yang tidak perlu yang tidak dapat dipadamkan adalah menyusahkan. Karena pikiran non-direktif pasien berada dalam keadaan kegembiraan aktif yang berkepanjangan, otak tidak bisa mendapatkan relaksasi dan istirahat yang diperlukan dan cukup, sehingga otak cenderung kelelahan. Otak terasa tidak responsif, daya ingat berkurang, berpikir tidak jelas dan berpikir kurang efisien. Penderita juga merasakan kelelahan, mengantuk, kelemahan umum dan gejala kelelahan fisik lainnya, yang sulit pulih bahkan setelah istirahat atau rekreasi yang tepat. (b) Manifestasi emosional neurasthenia: Pasien mungkin mengalami beberapa gejala kecemasan atau depresi, tetapi gejala-gejala ini tidak menonjol dan tidak menetap. Gejala emosional yang menonjol dari neurasthenia adalah mudah tersinggung, mudah marah dan gugup. Karena ambang batas aktivasi emosional yang menurun dan berkurangnya kesadaran diri emosional, pasien tampak mudah tersinggung, termasuk mudah jengkel oleh iritasi sekecil apa pun dan dengan mudah menyesalinya setelah itu; mudah terharu hingga menangis ketika membaca buku atau menonton drama; mudah dirugikan; mudah marah ketika menghadapi ketidakadilan atau angin yang tidak adil; mudah kesal, yaitu, memiliki pikiran yang tidak terkendali, merasa bahwa setiap orang tidak bahagia dan bahwa semuanya tidak berjalan dengan baik; mudah stres. Gugup mengacu pada kekhawatiran dan kegelisahan yang tidak perlu, selalu merasa dalam situasi yang buruk, situasinya mendesak dan agresif. (iii) Gejala psikofisiologis Mengacu pada gangguan fisiologis tertentu yang disebabkan oleh faktor psikologis, seperti nyeri tegang: pasien merasakan kepala terasa berat, kepala bengkak, sakit kepala, kepala terasa sesak, atau ketidaknyamanan dan rasa sakit di leher atau punggung bawah. Gangguan tidur: sulit tidur, tidak tertidur lelap, kesadaran diri untuk bermimpi, dan kurang lega setelah tidur. Atau Anda mungkin telah tidur nyenyak tetapi khawatir akan kehilangan waktu tidur atau merasa seperti belum tertidur. Sering kali ritme tidur terbalik, dengan rasa kantuk saat waktunya bangun dan pikiran jernih saat waktunya tidur. Gejala psikofisiologis lainnya termasuk telinga berdenging, serangan panik, dada sesak, gangguan pencernaan, sering buang air kecil, keringat berlebihan atau menstruasi yang tidak teratur.