Neurosis adalah kondisi disfungsional dengan berbagai gejala klinis, tetapi untuk mendiagnosis penyakit ini, lima karakteristik berikut harus ada: (1) Pasien dengan neurosis memiliki gejala debilitasi yang signifikan atau kelelahan yang terus-menerus. Misalnya, mereka sering merasa kekurangan energi, depresi, ketidakmampuan untuk menggunakan otak mereka, kehilangan ingatan, kelesuan mental, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi selama belajar dan bekerja, dan penurunan yang signifikan dalam efisiensi kerja, dan bahkan istirahat yang cukup tidak dapat menghilangkan rasa lelah. Ketika seluruh tubuh diperiksa, tidak ada penyakit fisik seperti hepatitis, dan tidak ada lesi otak organik. (2) Ada dua dari gejala berikut ini: (1) Mudah gembira dan kelelahan. (2) Perubahan suasana hati, agitasi, mudah tersinggung, khawatir dan gugup. (3) Sakit kepala tegang atau nyeri otot akibat stres emosional. Gangguan tidur. Hal ini dimanifestasikan oleh kesulitan untuk tertidur, mudah terbangun dan bermimpi berlebihan. (3) Kondisi di atas berdampak buruk pada studi, pekerjaan dan interaksi sosial. (4) Durasi penyakit lebih dari 3 bulan. (5) Gangguan neurologis dan psikiatris lainnya telah disingkirkan. Selain itu, ketika mendiagnosis neurosis, harus berhati-hati untuk membedakannya dari kondisi lain yang dapat menyebabkan sindrom neurotik yang serupa. Misalnya, penyakit wasting kronis seperti tuberkulosis, hepatitis, rematik, hipertiroidisme dan diabetes mellitus sering menghasilkan rasa kelelahan somatik dan mental, yang dapat dengan mudah salah didiagnosis sebagai neurasthenia; keracunan bahan kimia akibat hubungan kerja juga sering dikaitkan dengan gugus gejala neurasthenia sebagai gejala awal; ada juga penyakit inflamasi kronis pada kepala, seperti rhinitis kronis, sinusitis kronis, dan faringitis kronis, yang juga sering muncul dengan sindrom neurasthenia. Oleh karena itu, riwayat medis yang menyeluruh, pemeriksaan fisik yang cermat, dikombinasikan dengan tes laboratorium yang diperlukan harus dilakukan, dan biasanya dapat diidentifikasi.