Manifestasi klinis intoleransi laktosa meliputi perut kembung, bunyi usus yang hiperaktif, sakit perut, diare, mual dan muntah.
1. Kembung: Laktosa tidak dapat dicerna dan dipecah di dalam tubuh, sehingga terjadi penumpukan laktosa dalam jumlah besar, yang meningkatkan tekanan di dalam perut dan menyebabkan kembung.
2. Bunyi usus hiperaktif: Laktosa tidak dapat dicerna dan dipecah, sehingga merangsang gerak peristaltik usus untuk mempercepat, yang mengakibatkan bunyi usus hiperaktif.
3. Sakit perut: Laktosa yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh akan merangsang gerakan peristaltik abnormal pada dinding usus, yang mengakibatkan kolik.
4. Diare: Intoleransi laktosa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase. Konsentrasi laktosa meningkat di dalam usus, mempengaruhi tekanan osmotik usus, merangsang usus dan menyebabkan diare. Kotorannya sebagian besar berupa tinja encer berwarna kuning dalam bentuk sup tetesan telur.
5. Mual dan muntah: Laktosa tidak dapat dicerna dan diserap, merangsang gerak peristaltik abnormal lambung dan usus, sehingga memicu gejala klinis mual dan muntah.
Pasien yang tidak toleran terhadap laktosa disarankan untuk segera mencari pertolongan medis jika manifestasi klinis di atas terjadi.