Ada lebih banyak jenis parasit dan jenis parasit yang berbeda menunjukkan gejala yang berbeda. Keberadaan parasit dalam tubuh manusia dapat menyebabkan gejala seperti penurunan berat badan, anemia, bisul dan alergi, seperti cacing pita, cacing gelang, amuba, dan schistosomiasis. 1. Penyusutan dan anemia: Nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi parasit dalam tubuh inang sebagian besar berasal dari inang. Sebagai contoh, cacing pita dan cacing gelang adalah parasit di saluran usus, menyedot sejumlah besar nutrisi dan mempengaruhi fungsi penyerapan saluran usus, yang mengakibatkan malnutrisi dan wasting pada inang. Sebagai contoh, cacing tambang menempel pada dinding usus dan menyerap sejumlah besar darah, menyebabkan anemia pada inangnya. 2. Bisul: Ekskresi, sekresi, dan produk penguraian parasit yang mati memiliki efek toksik pada inang. Misalnya, ketika amuba menyerang mukosa usus dan hati, ia mengeluarkan enzim histolitik yang melarutkan jaringan dan sel, menyebabkan tukak usus dan abses hati pada inang. 3. Alergi: Metabolit parasit dan produk penguraian cacing yang mati bersifat antigenik dan dapat membuat inang menjadi peka, menyebabkan reaksi alergi lokal atau sistemik. Sebagai contoh, granuloma telur schistosom adalah perubahan imunopatologis pada jaringan di sekitarnya yang disebabkan oleh sekresi trichinella di dalam telur Schistosoma japonicum. Ketika gejala-gejala di atas terjadi, dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis, mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, mengklarifikasi penyebabnya dengan bantuan dokter, dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan.