Gangguan sendi temporomandibular adalah istilah umum untuk sekelompok penyakit dengan gejala klinis yang sama atau mirip yang etiologinya belum sepenuhnya dipahami, dan merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di daerah mulut dan rahang atas. Faktor penyebab penyakit ini terutama meliputi faktor psikososial, faktor gigi dan faktor persendian, sehingga orang dengan kondisi berikut ini lebih mungkin untuk menderita penyakit ini: 1. Lebih suka mengunyah makanan secara sepihak; 5. Lebih suka minuman dingin dan kehangatan wajah yang buruk; 6. Menopang rahang secara sepihak saat berambulasi dalam waktu yang lama. Manifestasi khas dari penyakit ini meliputi: 1. Gerakan rahang yang tidak normal, termasuk bukaan yang kecil, dengan bukaan yang miring atau terdistorsi, dan penguncian sendi saat membuka dan menutup mulut. 2. Nyeri Manifestasi utama adalah nyeri pada area sendi atau otot peri-artikular selama gerakan membuka dan mengunyah, biasanya tanpa nyeri spontan. Pada beberapa pasien dengan penyakit yang berkepanjangan, sering kali terdapat rasa sakit dan nyeri pada area sendi, otot pengunyahan mudah lelah, dan mungkin terdapat rasa sakit kronis atau sensasi abnormal pada pipi, area temporal, dan area oksipital. 3. Bunyi letupan dan gumaman Sering terdengar bunyi yang tidak normal ketika membuka dan menutup mulut, termasuk bunyi letupan, bunyi hentakan, dan bunyi frikatif. 4. Gejala lain Penyakit ini dapat disertai dengan berbagai masalah telinga, seperti tinnitus; berbagai masalah mata, seperti kelopak mata berkedut; serta pusing, kesulitan menelan, kesulitan berbicara, dan kelelahan umum yang kronis. Penyakit ini dapat berkembang dalam tiga tahap: tahap gangguan fungsional; tahap gangguan struktural; dan tahap kerusakan organik pada persendian, yang umumnya menunjukkan tahap awal, tengah dan akhir penyakit. Penyakit ini biasanya berlangsung lama, bisa bertahun-tahun atau puluhan tahun, dan sering kambuh. Sebagian besar pasien tidak mengalami ankilosis sendi dan memiliki prognosis yang baik. Namun, beberapa pasien yang tidak dapat menerima pengobatan yang tepat dan efektif untuk jangka waktu yang lama dan faktor penyebabnya tetap ada, cenderung bertahan, sehingga mengakibatkan keausan yang terus berlanjut pada sendi dan pada akhirnya terjadi kerusakan organik pada sendi, yang kemudian memerlukan intervensi bedah dan memiliki prognosis yang buruk. Metode pengobatan konservatif yang umum Pada tahap awal dan tengah penyakit, pengobatan konservatif umumnya merupakan pengobatan utama, dengan menggunakan kombinasi pengobatan simtomatik dan penghapusan atau pengurangan faktor kuratif. Metode yang umum digunakan meliputi: fisioterapi (metode pengobatan konservatif yang paling banyak digunakan, yang memiliki efek terapeutik tertentu pada penyakit), terapi pijat (dengan efek membuka blokir meridian, menggerakkan qi dan darah, mengatur organ dalam, mengatur tendon dan simpul yang menyebar, dan mereposisi tulang, yang tidak menimbulkan rasa sakit, tidak invasif, tidak menimbulkan efek samping, dan hasil yang memuaskan), serta kompres panas dan perawatan akupunktur.