CT Paru dan CT dada adalah sama, hanya saja beberapa orang mengatakannya secara berbeda, tidak ada istilah mana yang lebih baik. Pemeriksaan CT dada mulai dari ujung paru sampai diafragma, bisa melalui jendela paru, jendela mediastinum kontras dan mendapatkan tujuan pencitraan diagnostik, melalui pemeriksaan CT dada dapat ditemukan lesi paru, lesi mediastinum, lesi kerongkongan, lesi penyakit jantung, lesi rongga dada dan dinding dada, lesi payudara, dan lesi tulang belakang dan lain sebagainya. Lesi paru-paru seperti pneumonia, tuberkulosis, tumor, dll.; lesi mediastinum seperti timoma, tumor neurogenik, gondok intratoraks, dll.; lesi jantung seperti kardiomegali, efusi perikardium, dll.; lesi rongga dada dan dinding dada seperti efusi, tumor pleura, lipoma, tumor tulang rusuk, kondromalasia kosta, dll.; lesi tulang belakang seperti fraktur kompresi tulang belakang dada, herniasi diskus intervertebralis, dll.. Semua penyakit di atas dapat dideteksi dari CT dada, tidak perlu berpuasa sebelum pemeriksaan, wanita hamil merupakan kontraindikasi.