Psikologi medis Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Namun, tidak banyak psikolog di China yang tertarik dengan psikologi TCM. Padahal, ada beberapa teori dan metode dalam psikologi TCM yang masih valid dan bermanfaat secara klinis. Misalnya: lima elemen: air di atas api; sesuai dengan lima organ: ginjal di atas jantung; sesuai dengan tujuh emosi: rasa takut di atas kebahagiaan; kasus klasik: kisah Fan Jin yang memenangkan ujian kekaisaran. Namun, penggunaan psikologi Tiongkok kuno untuk mengobati masalah psiko-psikologis kontemporer tidak boleh diterapkan dengan cara yang kaku, tetapi harus diterapkan dengan cara yang praktis. Misalnya, jika seorang menantu ditampar oleh ayah mertuanya saat ini, ia mungkin tidak dapat menyembuhkan penyakit mental yang disebabkan oleh “kebahagiaan”, karena jika seorang menantu ditampar oleh ayah mertuanya saat ini, reaksi menantu mungkin adalah “kemarahan” daripada “ketakutan”. Reaksi menantu laki-laki terhadap tamparan dari ayah mertuanya mungkin berupa “kemarahan” dan bukan “ketakutan”. Menurut teori psikologis pengobatan Tiongkok, kemarahan tidak dapat mengatasi kebahagiaan, tetapi kemarahan dapat mengatasi pikiran, dan kemarahan dapat mengatasi penyakit mental yang disebabkan oleh pikiran yang berlebihan (kira-kira setara dengan gangguan kecemasan), yaitu kemarahan dapat mengatasi kecemasan. Oleh karena itu, ketika serangan akut kecemasan parah terjadi, jika tidak ada cara yang lebih baik untuk menahannya selain dengan membuat pasien marah, dokter dapat menggunakan teknik psikologis untuk memprovokasi pasien, atau pasien dapat memprovokasi dirinya sendiri, misalnya, dengan menjatuhkan telur, memukul bantal, memotong kayu dengan kuat, berteriak di bawah selimut, atau berteriak di dalam mobil dengan jendela turun, atau berteriak pada gejala kecemasannya: ” Tinggalkan aku, aku punya urusan sendiri!” dan metode-metode lain untuk mengekspresikan kemarahan untuk mengakhiri serangan kecemasan akut. Meskipun ini hanya perawatan darurat sementara, karena serangan kecemasan akut (yaitu: gangguan panik) biasanya sangat sulit dan tidak nyaman bagi pasien, yang merasa seperti sedang sekarat, menjadi gila, sangat ketakutan dan “takut tiga tahun untuk satu serangan”, teknik darurat ini masih sangat praktis dan telah berulang kali ditunjukkan dalam praktik klinis untuk menjadi Inilah sebabnya, mengapa teknik darurat ini masih sangat praktis dan telah berulang kali terbukti efektif dalam praktik klinis. Dari sudut pandang psikologi Barat, teknik ini lebih efektif untuk pasien yang biasanya menggunakan mekanisme pertahanan “represi” dan “penyangkalan” untuk menangani emosi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penderita kecemasan, terutama mereka yang mengalami kecemasan parah dan serangan panik, harus dilatih untuk mengenali dan mengekspresikan emosi mereka sendiri. Juga tidak disarankan untuk menggunakannya dengan pasien yang sering marah, karena kemarahan bisa menjadi kebiasaan.