Cintailah anak Anda secara bertahap

Ada tiga tahap yang berbeda dalam perkembangan anak dari usia 0-18 tahun dan kebutuhan mereka akan cinta juga berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu memainkan peran yang berbeda dan memberikan cinta yang berbeda kepada anak-anak mereka pada tiga tahap yang berbeda. Usia 0-6 tahun: cinta sama dengan persahabatan 1. Membentuk kecerdasan Usia 0-6 tahun merupakan masa pertumbuhan kecerdasan yang paling cepat, 50% kecerdasan terbentuk sebelum usia 4 tahun. Menjadi cerdas bukan tentang berapa banyak sel otak yang ada, tetapi berapa banyak koneksi antar sel otak yang ada. Jika ada lebih banyak rangsangan di area tertentu, neuron otak akan lebih tebal. Kecerdasan di area tertentu akan berkembang. 2. Penanaman emosi Otak kiri yang berkembang dengan baik: pemikiran logis yang kuat, otak kanan yang berkembang dengan baik: pemikiran kreatif yang kuat, penanaman imajinasi, dan penanaman emosi yang lengkap untuk memiliki kinerja kepribadian yang lengkap: selama waktu ini, jangan terlalu mengekang anak Anda, bermainlah bersamanya dan biarkan dia menang (setiap kemenangan meningkatkan kepercayaan dirinya). Peliharalah rasa kehangatannya. 3. Membangun karakter Membangun konsep, mengetahui yang benar dan yang salah (jangan pernah melakukan sesuatu setelah usia 6 tahun), berikan pendidikan melalui cerita dan kurangi penalaran. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika Anda terbiasa diminta, Anda akan menjadi sombong dan kasar; jika Anda terbiasa diminta, Anda akan menjadi rendah diri dan negatif. Kepercayaan diri dan harga diri seorang anak sangat penting, dan orang tua perlu memperhatikan hal ini. 6-12 tahun: cinta sama dengan pembinaan Anak memiliki dunia kedua: sekolah! Ketika ia memasuki kelompok masyarakat, ia merasakan kekuatan kelompok dan pujian atau kritik bertindak sebagai isyarat untuk mengajar. Pesan cinta disampaikan melalui kata-kata dan perilaku: cinta adalah motivator terbesar. Jika dia merasakan matahari dan hujan cinta, pohon muda akan tumbuh subur. Inilah mengapa kekuatan sugesti positif sangat penting: apa yang Anda katakan tentang anak Anda adalah seperti apa anak Anda nantinya; jadi seperti apa anak Anda nantinya adalah apa yang Anda katakan tentang anak Anda. Selalu sampaikan pemikiran positif, bahasa positif, dan energi positif. 1. Pengembangan rasa percaya diri Selalu ikuti minat anak Anda, bukan untuk membuatnya terkenal dan tenar. Kita harus lebih sering menggunakan ibu jari daripada jari telunjuk. 20.000 afirmasi harus diselesaikan pada usia 12 tahun. Pujian harus tepat waktu dan kritik harus serius dan tidak berlebihan. Pendidikan sandwich dapat digunakan di sini: kekurangan disampaikan di tengah-tengah kelebihan, kritik di tengah-tengah harapan (afirmasi – tapi – percaya). Apa yang salah saat Anda melakukan kesalahan? Perbaiki kesalahan sekali, dan Anda akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 2 . Pembentukan kebiasaan Perhatikan detailnya, semua dilakukan dengan usaha sendiri, jujurlah pada diri sendiri. 3 . Hadiah dan hukuman Perhatikan kesukaannya, tunggu sampai tiba waktunya untuk memberinya hadiah dan biarkan dia tergerak oleh penegasan. Lindungi harga dirinya dengan tidak menegurnya di depan umum. Meskipun anak Anda melakukan sesuatu yang salah dan membuat Anda marah, penting untuk memisahkannya dari cinta. Anda melakukan kesalahan dan harus dikritik dan dihukum, tetapi hukuman bukanlah untuk melampiaskan ketidakpuasan, melainkan untuk pendidikan dan cinta. Setiap pendidikan berhubungan dengan cinta. 4. Tanggung jawab dipupuk Kemandirian atau ketergantungan dipupuk Lakukanlah hal-hal Anda sendiri, lakukan dengan hati-hati dan lakukanlah dengan tuntas. Orang tua melakukannya bukan untuk dia, tetapi tidak untuk seumur hidup; ajarkan dia untuk melakukannya, dan dia dapat menggunakannya seumur hidup. 5. Bermain dan Belajar Minat adalah guru terbaik. Bermainlah dengan baik agar dapat belajar dengan baik. 12-18 tahun: Cinta sama dengan rasa hormat Anak Anda sedang berada di jalan yang berpusat pada diri sendiri: Saya sudah dewasa dan menuntut kesetaraan. Jadi, bicaralah dengan anak Anda seperti Anda berbicara dengan teman-teman Anda. 1. Orang tua dan guru Jangan menganggap kata-kata guru sebagai sesuatu yang suci. Biarkan guru melihat anak dengan mata yang apresiatif: area mana dari kehidupan anak yang telah meningkat? Semua anak takut jika guru memarahi mereka. Penting untuk membuat anak Anda menyukai gurunya. 2. Akademis dan nilai Kesehatan mental anak lebih penting daripada prestasi akademis. Pencapaian sesaat tidak berarti kesuksesan atau kegagalan seumur hidup; itu adalah pertumbuhan konstan yang menciptakan pencapaian seumur hidup. Jangan pernah membuat anak Anda merasa menyesal atau bersalah atas nilai yang buruk. 3. Berikan Pemikiran Akan menjadi orang yang seperti apa? Menjadi orang yang berintegritas, baik hati, orang yang memiliki cerita untuk diceritakan, orang yang berkontribusi pada keluarga, orang yang berkontribusi pada masyarakat, dan mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Untuk menjadi pemimpin di masa depan, harus mampu menanggung tiga kerugian: menanggung kerugian saat menyumbangkan uang, menanggung kerugian saat menyumbangkan tenaga, dan bersedia menanggung kerugian saat berbicara. 4 . Berikan platform Dorong untuk pergi ke perpustakaan dan kembangkan kebiasaan membaca. Mendorong partisipasi dalam kegiatan tim budaya dan olahraga. Doronglah untuk berjalan kaki sejuta mil dengan aman. Biarkan anak Anda mencintai kehidupan dan berpartisipasi dalam perkemahan musim panas orang tua-anak. 5. Berikan teladan dengan siapa berjalan dan dari siapa belajar. Tujuan yang tepat didorong untuk dicapai. Lebih banyak perhatian, lebih banyak komunikasi, lebih banyak sentuhan. Sentuhan memiliki dampak besar pada jiwa anak dan menyampaikan pemahaman, kepercayaan, dan rasa hormat.