Refleks menghisap muncul antara usia 0 dan 3 bulan, ketika sesuatu yang dimasukkan ke dalam mulut bayi akan dihisap. Refleks ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3-4 bulan setelah lahir dan secara bertahap digantikan oleh tindakan menyusu yang aktif. Namun, selama tidur dan pada beberapa kesempatan lain, bayi mungkin masih menunjukkan isapan spontan selama beberapa waktu. Refleks menghisap yang positif mengindikasikan adanya kelainan kortikal jika terus berlanjut setelah usia 1 tahun. Adanya refleks menghisap pada usia di luar masa kanak-kanak paling sering terlihat pada lesi lobus frontal dan palsy pseudobulbar. Refleks menghisap yang positif menunjukkan adanya penyakit yang dapat menjadi kondisi yang mengancam kesehatan dan nyawa. Bagaimana refleks menghisap positif dapat dicegah dan diobati? Pasien dengan refleks mengisap positif harus dideteksi dan diobati secara dini untuk mencegah lesi lebih lanjut. Para psikolog mengatakan bahwa mengisap jari tangan dan kaki dapat membantu menstabilkan bayi ketika mereka lapar, kesepian atau menangis. Seiring bertambahnya usia bayi dan semakin banyak terpapar dengan dunia yang penuh warna, perhatiannya perlahan-lahan akan beralih dari jari tangan dan kaki ke hal-hal lain. Namun, orang tua harus berhati-hati untuk mengontrol dan mengarahkan perhatian bayi mereka jika ia terlalu sering menghisap, dan untuk memastikan bahwa tangan dan kakinya bersih dan higienis sehingga ia dapat tumbuh dengan sehat secara fisik dan mental.