Peningkatan cystatin C menunjukkan adanya gangguan ginjal. Cystatin C adalah tes untuk fungsi ginjal dan merupakan indikator fungsi ginjal. Jika cystatin C meningkat, hal ini menunjukkan adanya gangguan ginjal. Cystatin C memiliki keunggulan tertentu dibandingkan kreatinin dan urea, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti olahraga, diet, jenis kelamin, usia dan berat badan. Sebagai contoh, pasien yang telah berolahraga berat sebelum memeriksakan kreatinin dan ureumnya, atau yang makan banyak makanan kaya protein, atau yang merupakan pria muda dengan kandungan otot yang tinggi, dapat menyebabkan kreatinin dan ureum yang tinggi, sedangkan sistatin C tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor ini dan merupakan indikator yang lebih akurat untuk fungsi ginjal. Sistatin C secara bertahap menggantikan kreatinin dan urea sebagai indikator yang lebih sensitif terhadap gangguan ginjal.