Mengapa saya harus melakukan skrining prenatal? Memiliki bayi yang sehat dan cerdas adalah harapan setiap keluarga. Namun, Cina masih merupakan negara dengan prevalensi cacat lahir yang tinggi, dengan insiden kebodohan bawaan dan kelainan tabung saraf yang tinggi. Faktor genetik dan faktor lingkungan seperti polusi suara, polusi radioaktif, polusi kimia dan polusi mikroba adalah penyebab utama cacat lahir, dan pasangan yang sehat dapat memiliki anak dengan cacat lahir, dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah lahir. Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, pemeriksaan ini telah dipopulerkan sebagai program pemantauan rutin untuk wanita hamil. Oleh karena itu, disarankan agar semua wanita hamil yang mampu melakukannya harus mengikuti skrining antenatal untuk mengurangi jumlah kelahiran anak dengan cacat bawaan. Jenis cacat apa yang biasanya diskrining selama skrining antenatal? Saat ini kami melakukan skrining untuk 3 kondisi berikut ini: 1. Trisomi 21 (juga dikenal sebagai kebodohan bawaan, sindrom Down), yang menyumbang 90% dari semua kelainan kromosom pada bayi baru lahir, adalah fokus skrining prenatal. 2. Trisomi 18 (juga dikenal sebagai sindrom Edward). 3. Kelainan tabung saraf (misalnya anensefali, spina bifida terbuka, dll.). Wanita hamil mana yang tidak cocok untuk skrining prenatal dan direkomendasikan untuk diagnosis prenatal? Insiden kelainan kromosom meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil dan semakin tua usia ibu hamil, semakin banyak diagnosis pranatal yang diperlukan. 2. Wanita hamil dengan riwayat kelainan kromosom memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki anak dengan kelainan tersebut. 3. Wanita hamil dengan riwayat keguguran berulang dan kelahiran mati yang tidak dapat dijelaskan. 4. Wanita hamil dengan riwayat kelainan genetik dalam keluarga yang pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan yang parah. 5. Wanita hamil dengan risiko tinggi skrining prenatal. 6. Wanita hamil dengan riwayat paparan teratogen lingkungan.