Tindakan pencegahan harian untuk penderita artritis gout

  Asam urat juga dikenal sebagai “penyakit kaisar”, “penyakit kekayaan” dan “penyakit anggur dan daging”. Seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat, kejadian artritis gout pun meningkat. Tindakan pencegahan yang biasa dilakukan untuk pasien artritis gout adalah sebagai berikut: (1) antiinflamasi dan pereda nyeri yang tepat waktu selama periode serangan: segera gunakan obat antiinflamasi non-steroid seperti fotarine, mobic, aminoglikosida atau lexon, dll. Pilih salah satu obat ini untuk pengobatan jangka pendek, dan hentikan obat setelah gejala sendi hilang. Dosis obat dapat ditingkatkan selama 1-2 hari pertama setelah serangan terjadi, dan dapat digunakan secara oral dan eksternal pada saat yang bersamaan. Meskipun colchicine memiliki efek analgesik yang baik, colchicine telah dihilangkan karena banyak efek samping dan tidak boleh digunakan sebagai pilihan pertama. Jangan menambahkan obat baru untuk menurunkan asam urat darah seperti liglicen atau allopurinol selama periode serangan, karena hal ini dapat menyebabkan fase akut berkepanjangan karena fluktuasi drastis kadar asam urat darah.  (2) Minum lebih banyak air dan minum natrium bikarbonat oral: lebih dari 2000ml per hari dan minum obat alkali seperti natrium bikarbonat secukupnya untuk membuat alkali urin dan meningkatkan ekskresi asam urat. Berhati-hatilah untuk memantau pH urin saat meminum obat ini, sebaiknya pada 6,5-6,8. (3) Diet rendah purin yang ketat dan menjauhkan diri dari alkohol: Diet rendah purin sebagian besar adalah vegetarian, telur, susu, dan makanan koloid (lihat posting blog saya untuk rincian diet). Berhati-hatilah untuk mengurangi makanan tinggi purin seperti semua jenis jeroan hewan, makanan laut, sup daging dan ikan serta daging sapi, terutama selama masa flare-up. Konsumsi alkohol sering kali dapat memicu atau memperburuk artritis gout.  (4) Melarang begadang: begadang membuat tubuh menjadi lingkungan asam, yang tidak kondusif untuk ekskresi asam urat dan malah dapat memicu artritis gout.  (5) Memantau kadar asam urat darah dan nilai pH urin secara teratur, dan kunjungi dokter Anda secara teratur. Mereka yang minum obat untuk waktu yang lama juga harus sering memeriksakan darah dan fungsi hati dan ginjal mereka untuk mengamati reaksi obat yang merugikan.  (6) Pencegahan aktif dan pengobatan penyakit terkait: Banyak penyakit terkait yang sering ada dalam kombinasi dengan gout, seperti obesitas, diabetes mellitus, hiperlipidaemia dan hipertensi, yang memerlukan pengobatan aktif. Pada orang gemuk, perhatian harus diberikan untuk menurunkan berat badan secara perlahan. Saat menggunakan obat-obatan tertentu, penting untuk membaca petunjuk penggunaan dengan hati-hati, karena banyak obat dapat menyebabkan peningkatan asam urat dalam darah dan memicu gout.