Secara klinis, banyak pasien dengan artritis percaya bahwa gejala sendi mereka memburuk ketika cuaca berubah. Persepsi umum adalah bahwa “perubahan nyeri sendi merupakan barometer cuaca”. Selain itu, banyak orang yang mengalami bahwa mandi air panas dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi. 1. Tetapi, apakah perubahan cuaca benar-benar dapat memengaruhi persendian? Jika demikian, bagaimana tepatnya hal itu memengaruhi mereka? Pada tahun 1961, Dr J. Hollander, seorang spesialis artritis terkemuka, menemukan bahwa kelembapan tinggi dan tekanan udara yang rendah meningkatkan nyeri dan kekakuan sendi, terutama karena tekanan udara yang rendah menyebabkan pembengkakan sendi inflamasi, yang mengiritasi saraf di sekitarnya dan menyebabkan nyeri dan kekakuan sendi. Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine menunjukkan bahwa perubahan suhu atau tekanan udara dapat memengaruhi nyeri sendi. Namun demikian, para ilmuwan masih belum tahu mengapa cuaca mempengaruhi nyeri sendi, dan teori yang mungkin adalah bahwa dingin mempengaruhi rentang gerak sendi atau aliran cairan sendi. Kedua, memang benar bahwa sebagian penderita artritis melaporkan peningkatan gejala sendi akibat perubahan cuaca. Faktanya, hal ini tidak berlaku untuk semua penderita artritis dan tidak ada perubahan cuaca tertentu yang memengaruhi orang. Setiap orang dengan artritis harus dinilai secara independen. Meskipun tidak ada penelitian ilmiah yang menjelaskan hubungan antara perubahan cuaca dan artritis, setiap pasien artritis harus menyadari hasil dari gejala sendi mereka yang dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan cuaca dan melakukan penyesuaian tepat waktu terhadap pola gaya hidup mereka serta pengobatan mereka. 2. Jika penelitian ini benar, haruskah penderita artritis pindah ke iklim yang lebih kering untuk hidup? Jawabannya adalah tidak. Tidak ada perbedaan dalam efek jangka panjang dari iklim yang berbeda pada persendian. Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa di mana pun orang tinggal, tubuh kita menyesuaikan diri dengan iklim setempat untuk mencapai keseimbangan. Hasilnya adalah, bahwa perubahan cuaca mempengaruhi gejala sendi dengan cara yang sama, tanpa menghiraukan kondisi cuaca rata-rata secara keseluruhan di tempat tinggal yang sebenarnya. Pindah ke lingkungan baru tidak akan memperbaiki gejala sendi dalam jangka panjang. 3. Jika pasien mengalami peningkatan nyeri dan kekakuan sendi akibat perubahan cuaca, seberapa parah kerusakan pada sendi? Pengaruh cuaca pada persendian hanya dirasakan sebagai gejala sendi, seperti nyeri dan kaku, dan tidak ada bukti bahwa perubahan cuaca menyebabkan kerusakan pada sendi. Juga tidak ada bukti bahwa perubahan cuaca terkait dengan perkembangan artritis.