Ketidaknyamanan fisik yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi atau obat-obatan, serta ketakutan psikologis akan kanker, adalah alasan mengapa banyak pasien kanker “tidak bisa tidur di malam hari”. Dalam jangka panjang, semakin banyak rasa takut akan insomnia dan kekhawatiran yang berlebihan akan akibat dari insomnia, sehingga pasien insomnia sering kali terjebak dalam lingkaran setan, bukannya sembuh. Bagaimana cara tidur nyenyak? Dalam artikel ini, kami telah menyusun beberapa cara untuk mencobanya. Insomnia adalah salah satu gejala umum pasien kanker. Menurut statistik dalam negeri, 59% pasien kanker menderita gangguan tidur, sedangkan untuk populasi umum, angkanya adalah 15%. Terjadinya insomnia menyebabkan dampak serius pada kualitas hidup pasien, dan dalam jangka panjang, hal ini akan mengganggu sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi metabolisme tubuh, menurunkan kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas tidur adalah masalah yang tidak dapat diabaikan dalam proses pengobatan dan rehabilitasi tumor. Faktanya, jika kita menempatkan diri kita pada posisi pasien tumor, sejak mereka menerima kenyataan bahwa mereka mengidap kanker, apa yang harus mereka lalui secara fisik dan psikologis adalah proses yang sulit. Selain rasa sakit dan ketidaknyamanan fisik, mereka mungkin sering berpikir, “Mengapa saya?”, “Apa yang telah saya lakukan salah?”, “Apa yang telah saya lakukan salah?”, “Apa yang telah saya lakukan salah? “, “Apa yang telah saya lakukan salah?” “Berapa lama lagi saya harus hidup?” Emosi negatif seperti rasa sakit, marah, tidak berdaya, putus asa, cemas dan sebagainya memenuhi pikiran mereka, terutama saat larut malam, perasaan itu akan semakin intens dan sulit tidur. Sebagai keluarga pasien dan juga dokter, pasien harus membiarkan proses reaksi emosional tersebut. Insomnia juga merupakan penderitaan yang sangat besar bagi pasien. Jadi bagaimana pasien dapat secara efektif mengobati gangguan tidur dan tidur nyenyak di malam hari? 1, menghilangkan psikologi yang buruk, menjaga kondisi pikiran yang stabil Memiliki pemahaman yang benar tentang penyakit yang mereka derita serta reaksi merugikan yang disebabkan oleh pengobatan, dan berusaha untuk menyingkirkan kegugupan batin, kecemasan, ketakutan dan psikologis lainnya, sehingga mereka dapat mempertahankan kondisi pikiran yang tenang dan stabil. 2 . Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman Lingkungan yang akrab, tenang, nyaman, dan bersirkulasi udara kondusif untuk tidur nyenyak. Misalnya, jaga agar lingkungan tetap tenang dan berventilasi secara teratur (hindari angin konvektif); jaga agar udara tetap segar, cahaya kusam, dan suhu yang sesuai (20-22 ℃); kasurnya empuk dan keras, dan bantal pada ketinggian yang sesuai; dan kenakan piyama yang lembut dan longgar untuk tidur. 3, pencegahan aktif dan pengobatan nyeri atau ketidaknyamanan yang tak tertahankan Nyeri malam sering kali menjadi faktor utama penyebab insomnia. Menurut penyebab, lokasi dan sifat rasa sakit, gunakan berbagai metode analgesik, seperti obat penenang, obat penghilang rasa sakit, akupunktur untuk meredakan atau menghilangkan rasa sakit. Akupunktur dan pengobatan herbal Cina sangat efektif dalam mengobati insomnia, tetapi ingatlah bahwa Anda harus mencari dokter profesional. 4, kembangkan kebiasaan tidur yang baik dan rutinitas rutin Mematuhi hukum jam biologis, cobalah untuk tetap dalam periode waktu yang sama setiap hari untuk bangun dan tidur; tidak boleh terbaring di tempat tidur terlalu lama di siang hari, aktivitas luar ruangan yang sesuai; mematuhi tidur siang, tetapi harus dihindari terlalu lama (umumnya tidak lebih dari satu jam); jika Anda bangun di malam hari, untuk tidak melihat waktu, agar tidak menambah rasa cemas, tutup mata dan cobalah menghipnotis diri sendiri. Tips hangat: orang dewasa umumnya tidur 7-8 jam sehari untuk yang terbaik, lansia umumnya 5-7 jam sudah sesuai. 5, manajemen emosi sebelum tidur sangat penting untuk menghindari sebelum tidur untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat membuat otak bersemangat atau kegembiraan emosional. Seperti mendengarkan musik berirama yang kuat, menonton buku dan film yang menegangkan dan merangsang, memainkan beberapa permainan elektronik yang “membuat ketagihan” dan catur serta proyek-proyek yang sangat kompetitif dan konfrontatif, dan mengobrol dengan orang lain harus dihindari agar tidak menimbulkan pertengkaran dan perselisihan tentang topik tersebut. 6, perhatikan pola makan sebelum tidur Makan malam harus secukupnya, tidak boleh makan makanan yang merangsang perut, untuk menghindari tidur dalam keadaan kekenyangan atau kelaparan, sebelum tidur, tidak boleh minum kopi, teh, dan minuman lain yang dapat menyebabkan kegembiraan otak. 7, penggunaan obat penenang, obat tidur yang rasional Jika insomnia jangka panjang, atau insomnia lebih serius, berikan obat penenang, obat tidur diperlukan, tetapi harus memperhatikan penggunaan obat yang rasional. Untuk mencegah penggunaan obat dalam jangka panjang akan menimbulkan ketergantungan pada obat dan efek samping obat. 8, metode lain, seperti footbath atau mandi sebelum tidur, dapat memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh, mengendurkan otot dan saraf, kondusif untuk tidur. Contoh lainnya adalah melalui terapi musik untuk relaksasi mental dan mengurangi stres, sehingga lebih mudah tertidur. Selain itu, menurut penelitian Profesor Berry Darby, ahli imunologi dari University of Florida, pelatihan self-hypnosis juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia, yang berperan penting dalam mencegah kekambuhan kanker pada pasien tumor. Kesimpulan Kesimpulannya, jika pasien tumor mengalami insomnia, mereka tidak boleh menanggung terlalu banyak tekanan psikologis, dan sangat yakin bahwa selama mereka menganalisis dan secara aktif menyelesaikan faktor-faktor yang mempengaruhi insomnia, mempelajari metode pengaturan diri, dan memberikan obat bila perlu, mereka pasti dapat meningkatkan kualitas tidur mereka, dan kemudian meningkatkan kualitas hidup mereka dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengatasi penyakit.