Apabila atrofi otot terjadi setelah patah tulang, penting untuk secara aktif melakukan latihan fungsi sendi dan otot. Pada tahap awal fraktur, gips atau brace biasanya diterapkan, di mana pada saat itu latihan fungsional isometrik otot, yaitu kontraksi otot yang kuat tanpa menggerakkan sendi, dapat mencegah atrofi otot. Sinar-X dapat diambil sekitar sebulan setelah fraktur dan jika jelas bahwa ada kerak yang terus menerus melewati fraktur, gips dapat dilepas dan pelatihan fungsional untuk mobilitas sendi kemudian dapat dimulai. Hal ini akan meningkatkan mobilitas sendi dan mencegah kekakuan sendi, sekaligus memperbaiki atrofi otot dan meningkatkan kekuatan otot. Selain itu, beberapa makanan berprotein tinggi seperti dada ayam, daging sapi dan domba dapat dikonsumsi, yang semuanya kondusif untuk pertumbuhan dan pemulihan otot.