Fakta bahwa sirih pinang menyebabkan kanker bukanlah hal yang baru, juga tidak mengkhawatirkan. Melalui penelitian jangka panjang, para peneliti telah menemukan bahwa hampir 60 persen penduduk Papua Nugini, yang memiliki insiden kanker mulut tertinggi kedua di dunia, senang mengunyah sirih pinang. Taiwan juga memiliki tradisi mengunyah sirih pinang, dengan 27,4 kasus kanker mulut untuk setiap 100.000 penduduk pria di sana. Kekuatan sirih pinang tidak boleh diremehkan. Sekarang kita memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang sirih pinang dan kanker mulut, masalah utamanya masih terletak pada alkaloid sirih pinang yang terkandung dalam sirih pinang. Alkaloid sirih pinang tidak hanya mempengaruhi sistem saraf kita dan membuat orang menjadi hiperaktif, tetapi juga merangsang sel-sel mukosa mulut kita dan membuatnya menjadi tidak normal dalam hidup dan mati. Biasanya, sel-sel mukosa mulut memperbaharui diri mereka sendiri dan sel-sel yang sudah tua akan luruh dan mati, tetapi sirih pinang mengganggu keseimbangan hidup dan mati ini, menyebabkan sel-sel epitel mati dalam waktu singkat. Tidak berhenti sampai di situ, alkaloid pinang juga menyebabkan deposit kolagen ekstraseluler terisi secara tak terduga, sementara hipokretin pinang, kaki tangan alkaloid pinang, mengatur organisme kita untuk menghilangkan kelebihan protein ini. Kerusakan yang disebabkan oleh sirih pinang tidak berhenti sampai di situ, karena serat-serat kasarnya dengan mudah menusuk mukosa mulut selama mengunyah. Kerusakan biasa ini juga cenderung memicu proliferasi sel yang abnormal. Dikombinasikan dengan sifat-sifat alkaloid sirih pinang yang disebutkan di atas, hasilnya dapat diprediksi: kanker hanyalah perubahan kualitatif yang disebabkan oleh perubahan kuantitatif. Jadi, demi kesehatan mulut Anda, tolong jangan mengunyah sirih pinang!