Mati rasa pada tangan dapat dibedakan dari spondilosis servikal atau infark serebral berdasarkan manifestasi klinis, manifestasi yang menyertai, dan hasil pemeriksaan tambahan.
1. Manifestasi klinis: mati rasa pada tangan yang disebabkan oleh spondilosis serviks disebabkan oleh kompresi akar saraf sensorik pada tungkai atas, yang dimanifestasikan sebagai mati rasa seperti pita atau strip di sepanjang distribusi akar saraf, dan tidak disertai dengan mati rasa di bagian tubuh lainnya; infark serebral merusak saraf sensorik tinggi dan bundel konduksi saraf sensoriknya, yang menyebabkan gangguan sensorik parsial, yang menyebabkan mati rasa di sisi berlawanan dari tubuh, dan seringkali bukan hanya mati rasa pada tangan.
2. Manifestasi yang menyertai: mati rasa tangan yang disebabkan oleh spondilosis serviks terkadang berat dan terkadang ringan, disertai pusing, dan pusing berhubungan dengan perputaran leher, disertai pembengkakan pada tangan, nyeri bahu dan punggung; mati rasa tangan yang disebabkan oleh infark serebral sering kali disertai pusing, kelemahan anggota badan, kelumpuhan wajah, air liur (air liur), gangguan bicara, dan sebagainya, dan pusing tidak berhubungan dengan perputaran leher.
3. Pemeriksaan tambahan: pencitraan resonansi magnetik (MRI) menunjukkan degenerasi diskus intervertebralis servikal, yang sebagian besar dianggap disebabkan oleh spondilosis servikal; MRI otak menunjukkan fokus infark otak, dan mati rasa pada tangan yang baru saja terjadi umumnya dianggap disebabkan oleh infark otak.
Jika ada mati rasa pada lengan atau jari, disarankan untuk berkonsultasi dengan rumah sakit biasa untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan pengobatan tepat waktu, agar tidak menunda kondisi tersebut.