Penyebab umum stroke, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan penyakit jantung, sudah tidak asing lagi, namun tahukah Anda bahwa ada banyak faktor lain yang tidak kita pikirkan, seperti cedera kepala dan leher, infeksi, dan genetika, yang dapat membuat Anda lebih berisiko dibandingkan orang lain? Mari kita lihat bagaimana sudut-sudut dunia yang tidak kita kenal ini dapat memicu stroke. Cedera kepala dan leher Cedera kepala dan leher dapat merusak sistem pembuluh darah otak, dan sebagian kecil stroke terjadi sebagai akibatnya. Cedera kepala atau cedera otak traumatis dapat menyebabkan pendarahan di otak yang mirip dengan yang disebabkan oleh stroke hemoragik. Khususnya pada orang muda, robekan tulang belakang spontan atau cedera leher yang berhubungan dengan arteritis karotis akibat peregangan dan perputaran leher yang tiba-tiba dan parah serta kompresi pembuluh darah merupakan faktor risiko stroke. Jenis stroke ini sering disebut sebagai “sindrom salon kecantikan”, mengacu pada tindakan meregangkan kepala dan leher ke belakang ke wastafel untuk mencuci rambut di salon kecantikan. Latihan leher, minum “sekali minum”, dan pijat leher yang tidak tepat dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang, memperparah arteritis karotis, dan dapat menyebabkan stroke iskemik. Infeksi virus dan bakteri, yang dikombinasikan dengan faktor-faktor lain, dapat meningkatkan risiko stroke. Sistem kekebalan tubuh merespons infeksi dengan meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan faktor penangkal infeksi dalam darah. Sayangnya, respons imun meningkatkan jumlah faktor pembekuan dalam darah, sehingga meningkatkan risiko stroke iskemik emboli. Meskipun mungkin tidak ada satu gen pun yang terkait dengan stroke, namun gen mempengaruhi faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan kelainan pembuluh darah. Peningkatan risiko stroke dalam keluarga mungkin juga terkait dengan faktor lingkungan seperti gaya hidup dan pola makan yang buruk, daripada faktor genetik. Malformasi pembuluh darah yang menyebabkan stroke mungkin merupakan faktor risiko stroke yang paling terkait secara genetik. Malformasi vaskular adalah pembuluh darah yang berbentuk tidak normal atau kumpulan pembuluh darah. Sebagai contoh, penyakit serebrovaskular bawaan langka yang diwariskan yang disebut CADASIL, penyakit vaskular genetik, sering menyebabkan stroke, dengan gejala yang biasanya muncul sekitar usia 45 tahun.