Orang normal pada umumnya tidak memiliki sejumlah besar protein dalam urin, karena protein termasuk dalam molekul besar, dan tidak dapat dieliminasi oleh ginjal dalam jumlah besar. Namun, ada beberapa kondisi fisiologis atau patologis yang dapat menyebabkan peningkatan protein urin. Situasi fisiologis yang paling umum adalah dalam keadaan stres, seperti pasien dengan demam tinggi, olahraga berat, trauma pembedahan, atau pasien karena beberapa faktor seperti kehamilan dapat menyebabkan peningkatan protein urin sementara. Namun keadaan ini bila faktor pemicunya dihilangkan, pasien akan kembali normal. Namun, jika pasien tidak memiliki beberapa faktor stres dalam kondisi peningkatan protein urin, kita harus memeriksa apakah ada penyakit ginjal atau penyakit ekstra ginjal yang disebabkan. Secara klinis, penyebab paling umum dari peningkatan protein urin adalah penyakit ginjal primer, seperti glomerulonefritis. Selain itu, penyakit lain seperti purpura alergi, atau demam berdarah epidemik yang melibatkan ginjal, penyakit sistem kekebalan tubuh rematik, keracunan obat, dan sebagainya dapat menyebabkan peningkatan protein urin. Oleh karena itu, penting untuk menyelesaikan pemeriksaan yang relevan di bawah bimbingan dokter, dan intervensi serta pengobatan dini, agar tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ginjal.