Fibrilasi atrium persisten dengan atrium kiri 45 mm harus ditangani secara formal dengan mengendalikan laju ventrikel sambil memberikan antikoagulan dan ablasi frekuensi radio jika perlu.
Fibrilasi atrium yang persisten, jika tidak terkontrol dengan baik, dapat menyebabkan pembesaran atrium kiri lebih lanjut. Pembesaran atrium kiri juga merupakan pemicu fibrilasi atrium, dan keduanya dapat saling mempengaruhi. Pasien dengan fibrilasi atrium persisten dengan pembesaran atrium kiri harus diobati dengan obat oral secara teratur, seperti metoprolol oral untuk mengontrol laju ventrikel dan antikoagulan rivaroxaban untuk mencegah risiko emboli arteri.
Pada beberapa pasien, ablasi frekuensi radio dapat dilakukan untuk memotong jalur konduksi yang berlebihan dan menghentikan timbulnya fibrilasi atrium.
Pasien dengan fibrilasi atrium persisten harus dirawat secara teratur di bawah pengawasan dokter untuk mengembangkan rencana perawatan yang tepat.