Apa saja pencetus penyakit Parkinson?

Banyak orang menyadari bahwa penyakit Parkinson sebagian besar ditemukan pada populasi lansia, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, timbulnya penyakit ini menjadi semakin muda, dengan peningkatan bertahap pada pasien berusia empat puluhan dan lima puluhan. Ketika pasien Parkinson menunjukkan gejala yang lebih jelas seperti tremor tangan, dopamin di otak telah terpengaruh, sehingga penyakit Parkinson harus dideteksi dan diobati sedini mungkin. Menanggapi prekursor penyakit Parkinson, profesor membuat poin-poin berikut: 1. Apakah ada tremor di lengan atau bagian tubuh lainnya? Meskipun ada banyak penyakit yang menyebabkan tremor, tremor pada penyakit Parkinson ditandai dengan “tidak ada tremor saat bergerak, muncul saat istirahat dan meningkat saat stres”. Kemudian, tremor hanya muncul saat anggota tubuh dalam keadaan diam, dan berkurang atau berhenti saat posisi diubah atau saat anggota tubuh bergerak, sehingga disebut tremor istirahat. 2. Apakah Anda merasa indera penciuman Anda berkurang dan mengalami konstipasi? Hilangnya indera penciuman dan konstipasi saat ini merupakan tanda peringatan penyakit Parkinson yang paling banyak diperingatkan dan dihargai dalam dunia kedokteran. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak peka lagi terhadap beberapa bau seperti dulu, bahkan bau durian, asinan kubis, atau kimchi, dan kebiasaan buang air besar Anda yang semula telah terpengaruh, sehingga inilah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter. 3. Apakah Anda merasa kesulitan untuk berjalan? Ketika Anda bergerak, tubuh Anda terasa kaku dan tidak mau mendengarkan Anda, dan kekakuan itu tetap ada setelah Anda berusaha untuk bergerak. Beberapa orang bahkan mungkin berkata, “Mengapa Anda terlihat seperti robot ketika berjalan? 4. Apakah ada gerakan yang melambat atau ukuran tulisan yang mengecil? Apakah ada yang mengatakan bahwa Anda memiliki wajah topeng? Ketika tardive bermanifestasi pada wajah, otot-otot wajah bergerak lebih sedikit, seolah-olah mengenakan topeng palsu, dengan ekspresi kusam, kurang berkedip, dan sering menatap ke depan dengan kedua mata. 6. Apakah ada gangguan bicara? Hal ini dimanifestasikan dengan bicara cadel, nada suara datar, intonasi kurang, ritme monoton, dll. 7. Apakah ada gangguan tidur? 70% pasien Parkinson memiliki berbagai gangguan tidur. Ini termasuk: rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, mengepalkan tangan, berteriak-teriak, dan mimpi buruk di malam hari. 8. Apakah ada kecenderungan depresi? Sekitar 40-55% pasien Parkinson akan mengalami depresi, yang dibuktikan dengan gejala-gejala seperti mudah lelah, kehilangan nafsu makan, kehilangan minat, kurang percaya diri, dan ketidakstabilan emosi. Depresi dapat terjadi pada setiap tahap penyakit Parkinson. Tahap awal Parkinson adalah puncak depresi dan penting untuk mengetahui tanda-tandanya agar dapat mencegah dan mengobatinya sedini mungkin.