Selain obat-obatan, ada juga perawatan bedah untuk penyakit Parkinson, mari kita pelajari bersama: I. Metode bedah apa saja yang tersedia 1. Pembedahan yang merusak: Pendekatan ini sebagian besar sudah tidak digunakan lagi di negara maju karena reaksi merugikan yang serius. 2. Pembedahan DBS (terapi stimulasi listrik otak dalam): saat ini merupakan pengobatan bedah terbaik untuk Parkinson. 3. Transplantasi sel punca: masih dalam tahap percobaan dan efektivitasnya belum jelas. Apa itu operasi DBS (Stimulasi Otak Dalam) Stimulasi Otak Dalam menggunakan elektroda yang ditanamkan di otak untuk mengirimkan stimulasi listrik guna menekan sinyal saraf otak yang tidak normal. Stimulasi dikirim ke target yang tepat yang berkaitan dengan kontrol motorik. Terapi ini memungkinkan pasien Parkinson untuk menormalkan fungsi motorik mereka, mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka. III. Seberapa efektif DBS dalam mengobati penyakit Parkinson Studi klinis telah menunjukkan bahwa DBS memiliki efek terapeutik yang signifikan dalam mengobati penyakit Parkinson: (1) memperbaiki gejala pasien seperti tremor, kekakuan, lambat atau ketidakmampuan untuk bergerak, dan gangguan keseimbangan; (2) mengurangi dosis obat oral; dan (3) secara signifikan meningkatkan kualitas dan kemampuan hidup sehari-hari pasien. Pengalaman telah menunjukkan hasil yang signifikan pada pasien yang merespons dengan baik terhadap levodopa. Pasien seperti apa yang cocok untuk operasi DBS? 1. Pasien dengan diagnosis penyakit Parkinson primer yang jelas 2. Pasien yang telah mendapatkan hasil yang baik dengan levodopa, tetapi sekarang kemanjuran obat secara bertahap menurun atau muncul efek samping, dan penyakitnya mulai memengaruhi pekerjaan dan kehidupan normal 3. Pasien yang tidak mengalami gangguan intelektual yang jelas dan bersedia serta dapat bekerja sama selama operasi dan tindak lanjut berikutnya 5. Kontraindikasi dan risiko operasi DBS DBS adalah prosedur pembedahan, oleh karena itu setiap pasien yang memiliki kontraindikasi terhadap pembedahan tidak cocok untuk menjalani operasi, DBS seperti pembedahan otak lainnya memiliki komplikasi pembedahan tertentu, selama indikasi pembedahan dipilih dengan tepat, kejadian komplikasi pembedahan rendah. Tindak lanjut setelah DBS Karena Parkinson adalah penyakit yang progresif, maka penting untuk menindaklanjuti setelah implantasi DBS dengan menyesuaikan frekuensi stimulasi, lebar denyut nadi, dan voltase untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal dan efek samping yang minimal. Kunjungan tindak lanjut dilakukan 1-3 kali setahun untuk pengujian modulasi.